Kode Etik Anggota DPR/DPD/MPR &Jebakan Batman di Lingkungan Legislatif dan Eksekutif.

image

Setelah Berhasil menerbitkan Buku Best Seller Ratusan Kasus Kecurangan (Fraud) ,Modus dan berbagai motif dan symptom, maka Swararesi kembali akan menerbitkan serial kasus yang dihadapi Anggota Legislatif dan Eksekutif yang diakibatkan bukan sifat kriminal tapi semata karena kena Jebakan Batman dari Pengusaha maupun Birokrat dan Pihak penjebak.Dr.Chusnul Mar'iyah,Ph.D dari Faculty of Sosial and Political Sciences Center for Election and Political Party - Universitas Indonesia mensinyalir tidak semua pelaku koruptor mengetahui tindakannya kriminal.

Bermacam bentuk kasus yang masuk katagori korupsi akan diungkapkan al. Suap,Gratifikasi dll.

Mulai Akhir Mei 2013 - redaksi akan menerbitkan serial Jebakan Batman dikalangan Eksekutigf dan Legislatif dimulai dari pendapat dari beberapa Tokoh Masyarakat atau Pejabat Tinggi Negara antara lain, Wakil Ketua DPR RI Dr.Priyo Budi Santoso, Ketua CEPP FISIP UI Dr. Chusnul Mar,iyah, Hakim Mahkamah Agung, Anggota Komisi III DPR RI dll.

5 Jebakan Batman dalam Bisnis

28 Oktober 2012 pukul 20:37(milis FB tangan diatas TDA)

Tahu bukan apa itu jebakan Betmen?

Jebakan Betmen adalah kondisi dimana kita, terkadang secara konyol terperangkappada suatu kondisi dimana seharusnya bisa dengan mudah mencegah ataumenghindarinya, andai saja kita lebih waspada sebelumnya. Kalau di Kaskus,biasanya kita membuka tautan-tautan yang menjebak, entah itu iklan atau virus,itulah jebakan Betmen.

Apa saja 5 Jebakan Betmen dalam bisnis?

1. Penjualan tanpa pola

Maksudnya, terjadi penjualan, bahkan kadang agak rutin dan agak besar. Sayangnyakita sebagai pemilik bisnis tidak tahu kenapa terjadi penjualan tersebut. Kenapaorang mau beli produk kita. Lebih parah lagi, sesungguhnya kita bahkan tidakpernah merencanakannya. Penjualan produk adalah akibat dari rencana-rencanapenjualan yang kita tulis, sehingga pola pembelian sebetulnya bisa diterka. Jikaproduk saya begini dan begini, pasti konsumen mau beli. Jika tidak begini,mungkin dibeli mungkin juga tidak. Jika produk saya begitu, pasti tidak dibeli.Hal ini karena tak ada orang yang lebih tahu produk kita selain kita sendiri.Penjualan tanpa pola adalah Batman Trap, sebab bukan merupakan sebab akibat danbukan pula memberikan jaminan akan terus terjadi penjualan yang tumbuh. Danpenjualan seperti ini lebih karena faktor keberuntungan, dikhawatirkan sepertikata Kiyosaki: beginner's luck.

2. Penjualan berjangka tanpa penjualan rutin

Maksudnya adalah terjadi penjualan besar dalam hitungan lebih lama sepertibulan, musim dst, tapi tidak terjadi penjualan harian atau mingguan atau bulananyang lebih rutin dan menciptakan arus kas. Bagi pemula yang belum memilikipondasi kas yang baik, ini adalah super trap. Pendapatan 100jt, jika didapat 6bulan sekali, tidak bisa dikatakan arus kas yang baik atau pendapatan bulanan. Trapnya adalah berkata: pendapatan saya bulan ini 100jt. Padahal 5 bulansebelumnya berpendapatan 0. Realistisnya adalah pendapatan 100jt dibagi 6 bulan,dikurangi pengeluaran selama 6 bulan, barulah didapat profit (selama 6 bulan),itulah riil profit kita.Saya sendiri harus belajar banyak dari trap nomor 2 ini.

3. Terpukau omzet

Tidak ada yang salah dengan omzet. Segalanya memang dimulai dari omzet. Tapiseperti kata pepatah, profit is king. Mudah terpukau dengan besarnya omzet,tapi lupa berfikir margin adalah batman trap

4. Terpukau status / popularitas

Ini adalah trap yang paling tidak penting, tapi justru banyak mendera pengusahaatau calon pengusaha. Lihatlah Hj Dahlia, entah beliau pengusaha entah bukan,tapi secara passive 25pintu kontrakannya terus tumbuh nilainya, toko materialnyapun berkembang. Tidak penting lagi disebut pengusaha atau pebisnis, karenamenjadi pebisnis atau tidak, hanyalah profesi untuk menciptakan arus kasselancar mungkin.

5. Tidak memperhatikan hal teknis

Hal teknis seperti keuangan, pengaturan jobdesc karyawan, mengkontrol karyawanberjam-jam mungkin saja membosankan dan terlalu teknis. Tapi bisa jadi inilahpondasi utama berjalannya roda usaha. Memastikan karyawan bekerja dengan baikdari level terrendah sampai tertinggi (entah langsung atau delegasi) tentu sajasangat membantu lancarnya roda usaha agar terus berputar. Sebaliknya, terlalusibuk dengan urusan "luar", apalagi yang tidak ada kaitannya dengan pertumbuhanbisnis kita sendiri, mengabaikan teknis kerja, akan membawa kita terjebak padajebakan betmen, yang sekali lagi, seharusnya bisa dengan mudah dihindari.

Sila dilanjut dengan trap-trap yang lain bagi yang menemukannya..

Berita selengkapnya dapat diakses ke redaksi@swararesi.com khusus pelanggan tetap

Thu, 24 Sep 2015 @22:00

Copyright © 2017 swararesi.com · All Rights Reserved