(Artikel Otokritik Bersambung ) SWARARESI Mengungkapkan 66 Dosa Wartawan Mainstream-Nasional saat tugas peliputan,peringati HUT PWI - HPN 2012 -ke 66 sebagai bahan Intropeksi kedepan.Khusus Media Nasional agar lebih mengawasi wartawannya.

image

berita selengkapnya email ke redaksi@swararesi.com khusus pelanggan tetap

Jakarta (ANTARA News) - Tokoh pers nasional penggagas jurnalisme "prophet" atau jurnalisme kenabian Parni Hadi menyatakan ketidakcermatan adalah hal fatal yang sering dilakukan oleh wartawan.
"Ketidakcermatan adalah dosa terbesar wartawan Indonesia," tegas Parni Hadi pada acara bedah buku: "Jangan Panggil Septi Monyet" di kantor LKBN ANTARA di Jakarta, Jumat.
Ketidakcermatan tersebut, menurut Parni yang pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum LKBN ANTARA, kemungkinan besar disebabkan oleh faktor ketergesaan dalam membuat berita.
"Seringnya, wartawan terburu-buru dalam membuat berita sehingga sering terjadi kesalahan antara lain salah dalam penggunaan tanda baca dan ejaan," kata Parni yang juga mantan direktur utama Radio Republik Indonesia (RRI) itu.

Selain keticakcermatan, kesalahan fatal lain yang kerap dilakukan oleh wartawan, menurut Parni adalah ketidakringkasan.
"Wartawan sering mengulang kata, bahasa jurnalistik seharusnya ringkas, lugas dan zero mistakes ," kata Parni.
Parni Hadi telah menjadi wartawan selama lebih dari 40 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, dia pernah menduduki jabatan sebagai mantan direktur utama RRI, pimpinan utama LKBN ANTARA dan pemimpin redaksi Republika.

Dalam acara bedah buku "Jangan Panggil Septi Monyet" tersebut dia memberikan beberapa catatan kritis mengenai bagaimana penulisan sebuah buku hasil kumpulan karya tulis jurnalistik disusun.

"Seharusnya, buku ini disusun secara tematik, dan ditulis dengan kedalaman yang kritis agar tidak terkesan seperti tulisan berita yang dipanjang-panjangkan, tapi ini bagus, awal yang baik untuk LKBN ANTARA menjadi lebih produktif," kata Parni yang juga aktif dalam gerakan Pramuka tersebut.

"Jangan Panggil Septi Monyet" adalah sebuah buku kumpulan karya jurnalistik wartawan Kantor Berita ANTARA yang dikumpulkan dari periode 2007 hingga 2011. Buku terdiri dari 46 tulisan inspiratif yang mengangkat kisah orang-orang yang termarginalkan.
(T.I027/Z003)

Sat, 11 Feb 2012 @18:36


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domainf

Cek Nama Domain ?

selamat datang di website kami.
image

FORUM BISNIS TANGGUH -KRISIS COVID19

Telp:085774193855 (sms/WA only)


Lembaga RESI (Riset Ekonomi Sosial Ind) AktaNotaris 37/Kemkumham 24/3/2000 Rekening:BRI No: 053801052152509 an. Ferdinand H Jabodetabek : Jl.Apel 1 Depok.& (Yayasan P3AU/PT.SITEKNO/CV Swararesi) sATGAS PB P3AU.Email : redaksi@swararesi.com
Copyright © 2020 swararesi.com · All Rights Reserved