RSS Feed
Subscribes

Ketua MPR RI, mengapresiasi kinerja TNI, selalu berada di urutan pertama lembaga negara yang paling dipercaya rakyat.

image

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mengapresiasi berbagai kinerja TNI, sehingga selalu berada di urutan pertama sebagai lembaga negara yang paling dipercaya rakyat. Ia menuturkan, pada survei indikator yang dilakukan 13-17 April 2021, TNI berada di peringkat pertama dengan memperoleh 89 persen kepercayaan rakyat. Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga melakukan survei pada 25-31 Januari 2020 yang mencatat TNI mendapatkan 95 persen kepercayaan rakyat.
"Untuk tetap menjaga kepercayaan rakyat, TNI harus senantiasa meningkatkan kinerjanya, tentunya dengan dukungan alutsista yang memadai. Saat ini, TNI sedang memasuki tahap ketiga (2020-2024) penyelesaian Minimum Essential Force (MEF). Hingga tahun ini, MEF yang tercapai baru sekitar 60 persen," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (5/10/21).

Dalam perayaan peringatan HUT TNI ke-76 di Jakarta hari ini, Ketua DPR RI ke-20 ini mengingatkan, selain mewaspadai ancaman perang modern yang kini bertumpu pada teknologi digital, perang nuklir, biologi kimia, dan teknologi jarak jauh lainnya, TNI juga harus senantiasa mewaspadai ancaman perang ideologi.


Baca juga:
HUT TNI, Bamsoet-Kapolri Naik Pesawat Tempur dan Diberi Brevet Kehormatan
Bersama MPR RI, menurutnya TNI harus turut terlibat dalam vaksinasi ideologi menggunakan vaksin Empat Pilar MPR RI, yang dilakukan untuk meningkatkan imunitas masyarakat agar memiliki kekebalan dalam menghalau nilai-nilai asing yang mengancam jati diri dan karakter bangsa Indonesia.

"Perang ideologi dunia merupakan bahaya laten yang bisa mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus berani mengakui, ada semacam kealpaan dalam mentransformasikan ideologi kebangsaan, dari rumusan-rumusan ideal abstrak menjadi praktik-praktik kolektif kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan. Kita juga belum sepenuhnya optimal dalam mencegah infiltrasi narasi dan gerakan kontra ideologi negara dalam berbagai aspek," tegas Bamsoet.






Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, perayaan peringatan HUT TNI ke-76 harus dijadikan momentum peningkatan kesejahteraan prajurit TNI, khususnya dalam kepemilikan rumah. Sehingga jika terjadi sesuatu kepada prajurit dalam bertugas menjaga kedaulatan negara, keluarga yang ditinggalkan tidak terlalu mengalami kesulitan dalam rumah tinggal.

Baca juga:
HUT TNI Ke-76, HNW Ingatkan Kisah Perjuangan Jenderal Soedirman
Selain itu, menurutnya selama ini para prajurit hanya mendapatkan fasilitas rumah dinas, yang jika pensiun harus dikembalikan kepada negara. Tidak jarang, keberadaan rumah dinas justru membuat lahirnya berbagai masalah di kemudian hari.

"Walaupun sudah ada 11 komponen tunjangan yang diterima prajurit, namun jumlahnya belum terlalu memadai untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Terlebih jika dibandingkan dengan beratnya tugas dalam menjaga kedaulatan negara, dengan nyawa sebagai taruhannya. Karenanya, peningkatan tunjangan menjadi mutlak dilakukan. Pemerintah bisa memulainya dengan meningkatkan tunjangan kinerja dari saat ini besarannya sebesar 60 persen dari gaji pokok, ditingkatkan menjadi 70 hingga 80 persen dari gaji pokok prajurit," pungkas Bamsoet.




Wed, 6 Oct 2021 @02:24


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

selamat datang di website kami.
image

BUKU SERIAL PANGLIMA AREMA PUTRA DIRGANTARA

Telp: (sms/WA only)


Penerbitan SWARA RESI AktaNotaris 37/Kumham 24/3/2000 Rekening:BRI No: 053801052152509 an. Ferdinand H LTobing : Jl.Apel 1 Depok. Koord. Forum Putra Veteran Pejuang Kemerdekaan RI (PKRI) Ketua Yayasan Glori .Email: redaksi@swararesi.com
Cek Nama Domainf

Cek Nama Domain ?

MEDIAWATCH DIRGANTARA TOKOH & PAHLAWAN NA
Berita Terhangat Minggu Ini
PUSAT INFO TOKOH NASIONAL & PAHLAWAN NASI