Karyawan Freeport Mogok Kerja, Gelar Aksi Unjuk Rasa Menuntut Pertanggung Jawaban Inalum

image

Swararesi.com  JAKARTA – Sesuai dengan profil PT Inalum bahwa PT Inalum memiliki nilai profesional, bertanggung jawab dan integritas, serta salah satu MISI PT Inalum yang memberikan sumbangsih pertumbuhan ekonomi daerah, maka kami mendesak agar PT Inalum ikut bertanggung jawab dalam penyelesaian Mogok Kerja Freeport yang dimulai sejak tahun 2017 dan yang masih berlangsung hingga saat ini dan yang sudah memakan banyak korban jiwa sebanyak lebih dari 80 orang dari kami setelah kami dianggap mengundurkan diri secara sepihak Oleh manajemen lokal PT Freeport Indonesia saat kami melakukan mogok kerja resmi berdasarkan pemberitahuan, dan belum termasuk masalah-masalah lain yang muncul seperti, anak-anak terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan dan putus sekolah, serta tidak bisa mendapat layanan kesehatan yang layak setelah PT Freeport Indonesia dan BPJS Kesehatan secara sepihak menonaktifkan kepesertaan kami dari keanggotaan layanan kesehatan.

PT Inalum harus ikut bertanggung karena saat ini PT Inalum menjadi salah satu perusahaan BUMN yang memiliki saham mayoritas di PT Freeport Indonesia yang apabila dikalkulasikan, Indonesia memiliki saham sebanyak 5196 berdasarkan regulasi dan berdasarkan MoU dengan PT Freeport McMoran yang telah ditanda tangani.

Mogok kerja yang kami lakukan pun disebabkan karena PT Freeport yang menolak ajakan berunding dari kami lewat serikat pekerja, yang mana, kami melayangkan surat ajakan berunding karena ambisi Indonesia yang ingin menguasai saham mayoritas, yang kini dikelola cleh Inalum, sedangkan PT Freeport menggunakan upaya mengancam Indonesia dengan melakukan PHK Sepihak terhadap pekerja kontraktornya dan melakukan upaya-upaya pemberangusan serikat pekerja dengan mengintimidasi kami menggunakan aparat eksternal yang bertugas dilingkungan PT Freeport Indonesia.

Selain itu, Gubernur Provinsi Papua telah memberikan penegasan bahwa PT Freeport Indonesia harus segera membayarkan hak-hak kami sebagai pekerja dan mengembalikan kami kembali bekerja ke tempat semula seperti sediakala karena kami melakukan mogok kerja telah sesuai dengan undang-undang yang berlaku setelah Dinas Tenaga Provinsi Papua lewat pengawas tenaga kerja melakukan pengawasan lapangan dengan memeriksa berkas-berkas dan dokumen dikedua belah pihak. Pekerja dan PTFI sendiri.

Thu, 25 Mar 2021 @16:05


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domainf

Cek Nama Domain ?

selamat datang di website kami.
image

BUKU SERIAL TOKOH & PAHLAWAN NASIONAL

Telp: (sms/WA only)


Penerbitan SWARA RESI AktaNotaris 37/Kumham 24/3/2000 Rekening:BRI No: 053801052152509 an. Ferdinand H LTobing : Jl.Apel 1 Depok. Koord. Forum Putra Veteran Pejuang Kemerdekaan RI (PKRI) Ketua Yayasan Glori .Email: redaksi@swararesi.com
Copyright © 2021 swararesi.com · All Rights Reserved