Metode Reportase dan Investigatif dalam penulisan buku Panglima Profesional dan Rendah Hati dalam rangka Hari Bela Negara ke 72 19 Desember 2020

image

R E P O R T A S E

Apa Itu Reportase

  • Reportase merupakan penyebutan atau istilah lain bagi peliputan dan pemberitaannya.
  • Merupakan laporan lengkap ataupun interpretatif (telah disajikan sebagaimana dianggap penting oleh redaksi pemberitaan) ataupun berupa pemberitaan penyelidikan (investigatif reporting) yang merupakan pengkajian fakta fakta lengkap dengan latar belakang, trend/ kecenderungan, yang mungkin terjadi di masa mendatang.(Wikipedia)

Teknik Reportase

Meliput berita dan menggali informasi memiliki tahapan

  • Lapisan pertama: Adalah fakta-fakta permukaan. Seperti: siaran pers, konferensi pers, pidato, dan sebagainya. Informasi disediakan narasumber sehingga masih sepihak.
  • Lapisan kedua: Adalah upaya pelaporan yang dilakukan sendiri oleh si reporter. Di sini, sang reporter melakukan verifikasi, pelaporan investigatif, liputan atas peristiwa-peristiwa spontan, dan sebagainya. Di sini, peristiwa sudah bergerak di luar kontrol narasumber awal.
  • Lapisan ketiga: Adalah interpretasi (penafsiran) dan analisis. Di sini si reporter menguraikan signifikansi atau arti penting suatu peristiwa, penyebab-penyebabnya, dan konsekuensinya.

LIPUTAN INVESTIGASI 

Apa Itu Investigasi • Liputan investigasi (investigatif reporting) adalah praktik jurnalisme, yang menggunakan metode investigasi dalam mencari informasi (Satrio Arismunandar)

Karakter

  1. Merupakan produk kerja asli jurnalis bersangkutan, bukan hasil investigasi dari sebuah instansi pemerintah atau nonpemerintah.
  2. Mengandung informasi yang tidak akan terungkap tanpa usaha si jurnalis
  3. Berkaitan dengan kepentingan publik.

 

Bentuk

  1. Pelaporan investigatif orisinal (original investigative reporting): Melibatkan reporter itu sendiri dalam mengungkap dan mendokumentasikan berbagai aktivitas subjek, yang sebelumnya tidak diketahui oleh publik. Jurnalis mungkin menggunakan taktik mirip dengan kerja polisi. Seperti, penggunaan tenaga informan, pemeriksaan catatan/data publik, bahkan dalam situasi tertentu pemantauan aktivitas dengan sembunyi sembunyi dan penggunaan penyamaran.
  2. Pelaporan investigatif interpretatif (interpretative investigative reporting): Pelaporan interpretatif berkembang sebagai hasil dari pemikiran dan analisis yang cermat, terhadap gagasan serta pengejaran fakta fakta yang diikuti, untuk memadukan semua informasi itu dalam konteks yang baru dan lebih lengkap.
  3. Pelaporan terhadap investigasi (reporting on investigations): Pelaporan berkembang dari temuan awal atau bocoran informasi, dari sebuah penyelidikan resmi yang sudah berlangsung atau yang sedang dipersiapkan oleh pihak lain, biasanya oleh badan badan pemerintah. 

Cara Menemukan Fakta

  • Mempelajari sumber sumber yang sering diabaikan, seperti arsip, rekaman pembicaraan telepon, buku alamat, catatan pajak, dan perizinan.
  • Bicara kepada warga di lingkungan sekitar atau sumber anonim yang bocorkan informasi.
  • Menggunakan sumber riset berlangganan (di internet).
  • Melakukan penyamaran.

TEKNIK PENULISAN

Berita: 
Sebuah laporan atau pemberitahuan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum dan baru saja terjadi yang disampaikan wartawan. Berita = Fakta

Unsur Berita

Seorang penulis berita/reportase wajib memenuhi 13 unsur:

  1. Aktual. Baru terjadi dan masih jadi bahan pembicaraan di masyarakat.
  2. Kedekatan (proximity). Suatu peristiwa yang terjadi dekat dengan kita. Baik fisik (geografis) maupun emosional.
  3. Penting. Punya arti penting bagi mayoritas pembaca
  4. Human Interest. Suatu peristiwa yang menyangkut manusia, seperti: penderitaan, kesedihan, kebahagiaan, harapan, perjuangan, dan lain-lain.
  5. Trend. Sesuatu yang sedang menggejala seperti gaya hidup hingga masalah social
  6. Unik. Suatu peristiwa diliput karena punya unsur keunikan, kekhasan, atau tidak biasa.
  7. Magnitude. Berarti “kekuatan” dan dampak dari suatu peristiwa
  8. Konflik dan kontroversi
  9. Asas Keterkenalan (prominence) dan ketokohan. 
  10. Seks, Kekuasaan, dan Harta
  11. Humor

Faktor Lain

  1. Fokus. Kegagalan seorang penulis berita adalah ketika menyampaikan berita secara sporadis, alias semrawut dan tak fokus.
  2. Konteks. Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi pada perspektif yang tepat sehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal dan ke mana mengalir, serta seberapa jauh dampaknya.
  3. Sense of place. Agar pembaca melihat cerita dalam detil visual yang kuat–dan juga dalam konteks yang tepat–membuat mereka mendengar, meraba, merasakan, membaui, dan mengalaminya.
  4. Suara. Tulisan akan mudah diingat jika mampu menciptakan ilusi bahwa seorang penulis tengah bertutur kepada seorang pembacanya.
  5. Anekdot dan Kutipan. memberikan otoritas. Siapa yang mengatakannya? Seberapa dekat keterlibatannya dengan suatu peristiwa dan masalah? Apakah kata-katanya patut didengar? Kutipan juga memberikan vitalitas karena membiarkan pembaca mendegar suara lain selain si penulis.

Jenis Berita

  1. Berita Langsung ( Straight News ) : Berita tentang peristiwa yang penting dan harus segera disampaikan kepada pembaca.
  2. Berita Ringan ( Soft News ) : Berita yang menampilkan sesuatu yang menarik, penting dan bersifat informatif.
  3. Berita Kisah (Feature): Tulisan mengenai kejadian tyang dapat menggugah perasaan dan menambah pengetahuan pembaca melalui penjelasan yang rinci, lengkap, mendalam dan tidak terpengaruh waktu.

Rumus Menulis

5 W + 1 H + (3 W + 3 B)

  1. What : Apa yang terjadi
  2. Where: Tempat Kejadian/dimana terjadi
  3. When: Waktu sebuah peristiwa/kapan terjadi
  4. Who: Sumber dan tokoh yang menjadi pemeran utama dalam berita/Siapa
  5. Why: Mengapa peristiwa itu terjadi
  6. How: Bagaimana kejadian, situasi/suasana

Membuat Judul

Diperlukan keterampilan untuk menulis judul berita yang meliputi:

  1. Persepsi yang tepat mengenai berita.
  2. Perbendaharaan kata yang luas dan dalam.
  3. Pemahaman tajam tentang struktur kalimat.
  4. Ketajaman mata terhadap makna berganda.

Panduan membuat judul berita:

  1. Diambil dari informasi di dekat bagian atas berita.
  2. Dipilih kata-kata yang memenuhi ruangan yang tersedia.
  3. Biasanya, kata benda diikuti kata kerja.
  4. Judul label (non kata kerja) biasanya dipakai untuk feature.
  5. Umumnya kata sandang (article), kata sifat (adjective), dan kata keterangan (adverb) dibuang.
  6. Hampir harus selalu ditulis dalam kalimat “kejadian sekarang” (present tense).
  7. Nama seseorang hanya digunakan jika dia tokoh.
  8. Hanya digunakan tanda kutip tunggal.
  9. Umumnya penggunaan singkatan dihindari.
  10. Jelas, tidak kabur.

Lead (Kepala Berita)

Kalimat yang menjadi bagian terpenting dari sebuah berita sehingga menempati alinea pertama dari sebuah berita. Fungsinya sebagai penarik perhatian dan identitas berita. Lead bisa mengedepankan salah satu dari unsur 5W + IH

Penulisan Lead

  1. Berisi kalimat langsung yang mudah dimengerti pembaca
  2. Mencakup unsur 5W + 1H
  3. Ditempatkan di alinea pertama
  4. Maksimal tiga kalimat yang tidak bertele-tele
  5. Merupakan bagian terpenting dari berita

Isi Berita

  • Merupakan pengembangan Why dan How
  • Memuat kutipan berupa pernyataan yang dinyatakan langsung dari sumber berita. Kutipan berfungsi sebagai penguat kalimat sebelumnnya

Sun, 1 Nov 2020 @11:28


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2021 swararesi.com | WebMatic Solution · All Rights Reserved