Menteri Tenagakerja Berharap Penyandang Disabilitas Bisa Diterima Bekerja di BUMN

image
Menteri Tenagakerja  Berharap Penyandang Disabilitas  Bisa Diterima Bekerja di BUMN
Jakarta, (22/7/2020) 
Dalam upaya memberikan pelindungan dan pemenuhan hak kepada penyandang disabilitas, Kementerian Ketenagakerjaan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN.
 
Penandatanganan MoU Kemnaker dan Kementeriann BUMN serta komitmen bersama oleh BUMN ditandatangani oleh Direktur SDM PT Pertamina, Koeshartanto; Direktur SDM & Umum PT Kereta Api Indonesia, Agung Yunanto, Direktur Human Capital Management (HCM) PT PLN, Syofvi F. Roekman, Direktur HCM PT Telkom Indonesia, Afriwandi, dan Direktur HC PT BRI, Herdy Rosadi Harman, Jakarta, Rabu (22/7). 
Menaker Ida Fauziyah menyampaikan, sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2016, khususnya terkait Pasal 53 ayat (1), di mana Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.
Baca Juga: Ini Langkah Indonesia di Sektor Ketenagakerjaan Terkait Pandemi Covid-19
Dengan kondisi pandemi Covid-19 Menaker Ida berharap BUMN mempekerjakan dan terus memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas. "Kalau belum sampai 2 persen, mohon didorong agar sampai terpenuhi 2 persen," ujarnya.
Menaker Ida memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN yang telah banyak memberikan kesempatan mempekerjakan penyandang disabilitas. Meski kondisi pandemi, dengan pasar kerja terbatas dan banyaknya pekerja dirumahkan, diharapkan bisa memenuhi 2 persen. "Tetapi tetap mengingatkan komitmen itu penting untuk direalisasikan," ujarnya.
Penyandang disabilitas, Muktadin Mustafa, yang kini bekerja di Kemnaker berharap BUMN dan mendukung dengan memberikan kesempatan lebih luas kepada penyandang disabilitas seperti dirinya. "Fasilitas sudah ada ada, BUMN, " katanya
Selama bekerja di Kemnaker, Muktadin mengaku fasilitas kerja yang diberikan sangat mendukung dan pekerjaan yang diberikan tidak menambah beban bagi dirinya. "Saya berterima kasih kepada Kemnaker yang telah membuka kesempatan jalur PNS khusus bagi jalur disablitas. Sehingga teman-teman saya juga berkesempatan," ujar pegawai Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) Kemnaker tersebut.
Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan komitmen mempekerjakan penyandang disabilitas sudah dijalankan Kementerian BUMN. Tahun 2020, pihaknya merekrut 178  pekerja. "Kita tadi juga belajar dari Muhtadi, dengan kondisi Covid-19 dan memulihkan ekonomi, jangan lihat kekurangan kita, tapi bagaimana kita fokus bekerja," ujarnya.
Selain fokus bekerja, Erick Thohir meminta dukungan Menaker Ida untuk bersinergi dalam tugas tambahan Kementerian BUMN. Yakni, memastikan program-program yang bisa disinergikan, bahwa kesempatan pembukaan lapangan kerja dengan kondisi terkini sekaligus memastikan bantuan kepada pekerja informal dan formal yang sangat membutuhkan hari ini. (fredi)

Menteri Tenagakerja  Berharap Penyandang Disabilitas  Bisa Diterima Bekerja di BUMN
Jakarta, (22/7/2020) Dalam upaya memberikan pelindungan dan pemenuhan hak kepada penyandang disabilitas, Kementerian Ketenagakerjaan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN. Penandatanganan MoU Kemnaker dan Kementeriann BUMN serta komitmen bersama oleh BUMN ditandatangani oleh Direktur SDM PT Pertamina, Koeshartanto; Direktur SDM & Umum PT Kereta Api Indonesia, Agung Yunanto, Direktur Human Capital Management (HCM) PT PLN, Syofvi F. Roekman, Direktur HCM PT Telkom Indonesia, Afriwandi, dan Direktur HC PT BRI, Herdy Rosadi Harman, Jakarta, Rabu (22/7). Menaker Ida Fauziyah menyampaikan, sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2016, khususnya terkait Pasal 53 ayat (1), di mana Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.Baca Juga: Ini Langkah Indonesia di Sektor Ketenagakerjaan Terkait Pandemi Covid-19Dengan kondisi pandemi Covid-19 Menaker Ida berharap BUMN mempekerjakan dan terus memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas. "Kalau belum sampai 2 persen, mohon didorong agar sampai terpenuhi 2 persen," ujarnya.Menaker Ida memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN yang telah banyak memberikan kesempatan mempekerjakan penyandang disabilitas. Meski kondisi pandemi, dengan pasar kerja terbatas dan banyaknya pekerja dirumahkan, diharapkan bisa memenuhi 2 persen. "Tetapi tetap mengingatkan komitmen itu penting untuk direalisasikan," ujarnya.Penyandang disabilitas, Muktadin Mustafa, yang kini bekerja di Kemnaker berharap BUMN dan mendukung dengan memberikan kesempatan lebih luas kepada penyandang disabilitas seperti dirinya. "Fasilitas sudah ada ada, BUMN, " katanyaSelama bekerja di Kemnaker, Muktadin mengaku fasilitas kerja yang diberikan sangat mendukung dan pekerjaan yang diberikan tidak menambah beban bagi dirinya. "Saya berterima kasih kepada Kemnaker yang telah membuka kesempatan jalur PNS khusus bagi jalur disablitas. Sehingga teman-teman saya juga berkesempatan," ujar pegawai Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA) Kemnaker tersebut.Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan komitmen mempekerjakan penyandang disabilitas sudah dijalankan Kementerian BUMN. Tahun 2020, pihaknya merekrut 178  pekerja. "Kita tadi juga belajar dari Muhtadi, dengan kondisi Covid-19 dan memulihkan ekonomi, jangan lihat kekurangan kita, tapi bagaimana kita fokus bekerja," ujarnya.Selain fokus bekerja, Erick Thohir meminta dukungan Menaker Ida untuk bersinergi dalam tugas tambahan Kementerian BUMN. Yakni, memastikan program-program yang bisa disinergikan, bahwa kesempatan pembukaan lapangan kerja dengan kondisi terkini sekaligus memastikan bantuan kepada pekerja informal dan formal yang sangat membutuhkan hari ini. (fredi)

Wed, 22 Jul 2020 @16:24


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Cek Nama Domainf

Cek Nama Domain ?

selamat datang di website kami.
image

FORUM BISNIS TANGGUH -KRISIS COVID19

Telp:085774193855 (sms/WA only)


Lembaga RESI (Riset Ekonomi Sosial Ind) AktaNotaris 37/Kemkumham 24/3/2000 Rekening:BRI No: 053801052152509 an. Ferdinand H Jabodetabek : Jl.Apel 1 Depok.& (Yayasan P3AU/PT.SITEKNO/CV Swararesi) sATGAS PB P3AU.Email : redaksi@swararesi.com
Copyright © 2020 swararesi.com · All Rights Reserved