MEDIAWATCH DIRGANTARA HUMAN CAPITAL-ASN Watch

Operasi Senyap Kolaborasi TNI AU-BNPB - BPPT-BMKG , berhasil Reduksi Curah Hujan 44% dipuji masyarakat terdampak banjir. Inilah Penjelasannya.

image

Kolaborasi TNI AU-BNPB - BPPT-BMKG dalam Operasi Senyap  berhasil Reduksi Curah Hujan sampai dengan 44%. Masyarakat terdampak banjir yang ditemui Koordinator Pusat Informasi Mitigasi Bencana P3AU Halim F.Tobing (13/1/20) dikawasan terdampak banjir seperti di kampung Pulo Kecamatan Makasar maupun Kelurahan halim PK , memuji Pemerintah yang untuk sementara waktu berhasil menjinakkan cuaca yang diperkirakan akan ekstrim akibat badai dari Afrika dan faktor lainnya seperti yang disampaikan BMKG dan  Kedutaan Amerika tidak terjadi.Untuk itu masyarakat perlu mengetahui proses "Operasi Senyap yang dilakukan Diketinggian ribuan meter Diatas Awan " rekayasa cuaca tersebut seperti yang dijelaskan oleh BNPB dan BPPT sebagai berikut : 

Penjelasan dari BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), BMKG serta TNI melakukan rekayasa cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di kawasan Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) . Hasilnya hujan dengan intensitas sedang sampai lebat berhasil dialihkan ke laut sebelum memasuki Jabodetabek.

Teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang diterapkan adalah menyebar Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 6,4 ton menggunakan dua pesawat jenis CN 295 dan Casa 212-200. Hal itu dilakukan dengan tujuan menyemai awan di barat daya, barat, dan barat laut.

Penyemaian dilakukan melalui empat kali penerbangan. Hasilnya hujan berhasil diturunkan di Laut Jawa yang ada di barat laut Jabodetabek dan kawasan Selat Sunda yang ada di barat daya Jabodetabek. "Penerapan TMC ini dilakukan agar hujan turun sebelum memasuki kawasan padat penduduk dan menimbulkan risiko banjir. Untuk melakukan TMC harus memperhatikan pertumbuhan awan sehingga BNPB bekerja sama dengan BPPT dan BMKG secara berkesinambungan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Agus Wibowo, Rabu (8/1/2020).

Agus mengatakan modifikasi cuaca ini sudah dilakukan BNPB sejak 3 Januari 2020 lalu dengan total 20 sorti penerbangan. Teknik modifikasi cuaca ini akan terus dilakukan mengingat pada 9-12 Januari 2020 hujan intensitas sedang sampai lebat akan mengguyur Jakarta meski tak ekstrem seperti pada tanggal 1 Januari 2020.

Sedangkan menurut BPPT, langkah siaga akan dampak cuaca ekstrem, yang diperkirakan diikuti dengan hujan yang sangat deras itu, BPPT terus berupaya mengoptimalkan upaya penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Bersinergi dengan BNPB, TNI AU, dan BMKG, dikatakan Kepala BPPT Hammam Riza, bahwa sejak tanggal 3 Januari 2020, telah digelar Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca guna penanggulangan Banjir Jabodetabek 2020. 

Khusus tanggal 10-13 Januari 2020 ini disebut Hammam, operasi modifikasi cuaca akan berjalan lebih intensif.

"Kami akan terbang hingga empat sampai lima sorti penerbangan. Ini sebagai ikhtiar untuk mengurangi potensi curah hujan yang sangat tinggi," ungkap Hammam dalam agenda kunjungan Menteri Riset Teknologi/BRIN, ke Posko TMC di Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta, Sabtu (11/01/2020).

Ditambahkan Hammam, terkait pelaksanaan Operasi TMC untuk penanggulangan Banjir Jabodetabek 2020, hingga kini sudah memasuki hari ke sembilan. Pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca kali ini imbuhnya, ditujukan untuk meredistribusi dan mengurangi potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek. 

"Metode TMC untuk giat Ancaman Banjir Jabodetabek 2020 ini,  penerbangan penyemaian dilakukan pada awan-awan potensial hujan di wilayah Barat dari ibukota Jakarta, dari Kepulauan Seribu, dan sepanjang Selat Sunda hingga di barat Daya wilayah Banten dan Jakarta. Jadi penyemaian difokuskan ke awan potensial hujan yang berada di atas laut," tegas Hammam.

Teknis Operasi TMC

Hingga hari ini, hari ke 9 (sembilan), pelaksanaan TMC telah dilakukan sebanyak 28 sorti dengan total jam terbang lebih dari 60 jam, dan total bahan semai yang digunakan hampir 50 ton; 

Didukung 2 unit pesawat TNI-AU, pesawat CN 295 registrasi A-2901 Skadron 2 dan pesawat Casa 212 registrasi A-2105 Skadron 4, Malang.

Penerbangan dilakukan seoptimal mungkin pada saat potensi massa awan menuju wilayah Jabodetabek dengan ketinggian penyemaian sekitar 9.000- 12.000 feet.  Penerbangan penyemaian awan yang berbeda dengan penerbangan pada umumnya dikarenakan bukan menghindari awan namun mencari awan potensial hujan.

 

Reduksi Curah Hujan

Hammam kemudian menuturkan, bahwa Operasi TMC untuk banjir pernah juga dilakukan pada Operasional TMC untuk mengurangi dampak ancaman banjir Jakarta tahun 2013 yang lalu.

Terkait hasil Operasi TMC untuk Ancaman Banjir Jabodetabek 2020, hingga hari ke-9 pelaksanaan inipun, menunjukkan tren penurunan curah hujan yang signifikan.

Dari data Posko TMC ditunjukkan bahwa operasi ini telah mampu mengurangi curah hujan wilayah, hingga mencapai sekitar 44% dari prakiraan.

"Semoga upaya teknologi modifikasi cuaca ini terus berjalan lancar. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya," ujarnya.

Lebih lanjut Hammam menguraikan bahwa pemanfaatan TMC, dapat digunakan untuk hal lainnya seperti; pencegahan bencana kekeringan, mengantisipasi gagal panen, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, hingga mengisi debit air di waduk untuk keperluan pembangkit listrik (PLTA).

Untuk itu kata Hammam, pemanfaatan teknologi ini membutuhkan dukungan, khususnya dari sisi anggaran, guna penguatan armada untuk melakukan operasi TMC yang berkelanjutan.

"Bisa kita lihat ya, Operasi TMC ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Untuk itu kami harapkan dukungan anggaran, khususnya melalui anggaran prioritas riset dan inovasi. Anggaran ini untuk penguatan armada Operasi TMC seperti peralatan utama yakni pesawat, hingga kesiapan sumberdaya manusianya," pungkas Hammam.

  (Humas BNPB dan Humas  BPPT)

Tue, 14 Jan 2020 @19:26


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2020 swararesi.com · All Rights Reserved