MEDIAWATCH DIRGANTARA HUMAN CAPITAL-ASN Watch

(Kolom Opini) Pendapat Pakar : Dipertanyakan Kendala penggunaan baterei Lithium Ion untuk skuter listrik Gesits di daerah pedesaan dan pedalaman.

image

Pendapat Pakar : Kendala penggunaan Gesits  di daerah pedesaan dan pedalamam khususnya ketersediaan  pasokan listrik  perlu dijelaskan pihak produsen sebelum produksi masal.

Direktur PT. GTI Zaki Nahdi Saleh usai menemui Presiden Jokowi di Istana,  menyatakan bahwa sudah ada pre order 30.000 unit. Harga motor ini juga ditaksir dapat bersaing dengan harga motor matic berbahan bakar bensin umumnya. Motor ini juga dinyatakan dapat menempuh jarak 80-100 kilometer dengan kecepatan 100 kilometer per jam. Sekilas, masyarakat akan dibuat tertarik untuk memiliki kendaraan roda dua ini dengan adanya kelebihan seperti tidak adanya kebisingan dan ramah lingkungan yang ditawarkan motor listrik ini.

Pakar Tehnik Elektro Jacob F. N. Dethan Dosen Teknik Elektro Universitas Buddhi Dharma,

(Kandidat PhD Monash University) menjelaskan kepada Mediawatch Swararesi.com melalui surat elektronik bahwa  Masalah utama dari motor Gesits adalah motor ini menggunakan baterai lithium ion yang memerlukan setidaknya 3 jam untuk proses pengisian ulang daya baterai dari kosong sampai level penuh. Zaki Nahdi Saleh menyatakan bahwa akan ada sekitar 10 SPBU di Jakarta yang menyediakan fasilitas pengisian baterai.

Pemerintah juga telah menyadari bahwa tidak mungkin masyarakat diminta menunggu selama 3 jam hanya untuk melakukan proses pengisian baterai di SPBU. Oleh karena itu pemerintah telah mempersiapkan sistem penukaran baterai di SPBU yang ditentukan sehingga masyarakat dapat langsung menukarkan baterai yang hampir habis dengan baterai yang sudah terisi penuh tanpa harus menunggu selama 3 jam. Hal ini membuat motor ini sangat menarik untuk digunakan.

Namun ada beberapa hal yang harus benar-benar dengan serius dipertimbangkan oleh pemerintah. Dengan jumlah motor listrik yang relatif sedikit, proses penukaran baterai masih bisa ditanggulangi dengan mudah. Tapi, akan sangat berbeda ketika jumlah pemakai motor ini sudah mencapai puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan. Tentunya baterai kosong yang ditukarkan oleh pengguna harus dilakukan pengisian ulang oleh pihak SPBU yang membutuhkan waktu 3 jam per baterainya.

Berapa banyak charger yang harus disediakan disetiap SPBU? apakah sumber daya manusia dan peralatan yang akan disediakan sanggup menghadapi jumlah pengisian baterai secara signifikan?

Sampai saat ini, sudah dilakukan penelitian oleh universitas dalam negeri seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk menciptakan baterai lithium ion yang dapat digunakan oleh Gesits. Namun durasi pengisian baterai yang lama masih sulit untuk dipersingkat. Masalah ini tidak hanya sulit untuk diatasi di Indonesia tetapi juga oleh berbagai negara yang mencoba memasarkan mobil listrik.

Selanjutnya Jacob Natan harapkan Fokus pemerintah untuk tidak hanya disalurkan pada proses produksi tetapi juga pada proses perawatan dan pengoperasian yang akan sangat menentukan kesuksesan penggunaan teknologi yang dihasilkan.  

Swararesi.com sampai saat ini masih menunggu spesifikasi tehnis dari tim marketing Gesits yuang menjanjikan segera mengirimkan data tehnis yang diminta.

(catatan : Opini ini bersifat pendapat pribadiJacob Natan, untuk itu kontennya diluar tanggung jawab swararesi.com) 

Wed, 21 Nov 2018 @22:05


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Berita Terhangat Minggu Ini
Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved