MEDIAWATCH DIRGANTARA HUMAN CAPITAL-ASN Watch

( Kolom Opini ) Koordinator RESI : Pernyataan Tommy Soeharto tentang KKN ,mungkin ada benarnya dan jangan ditanggapi emosional.

image

Koordinator RESI (Riset Ekonomi Sosial Indonesia) Ferdinand L Tobing  menyatakan bahwa Pernyataan Ketua Umum Partai Berkarya ,  Tommy Soeharto tentang KKN agar dianggap  peringatan kepada Pemerintahan Jokowi bahwa KKN di era sekarang semakin  canggih kualitasnya dan meningkat kuantitasnysa  ada benarnya.Partai pendukung Jokowi seharusnya berterimakasih ada yang berani mengkritisi Pemerintah demi perbaikan kedepan.

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto Dalam Acara Raker Partai Berkarya di Sentul  Sabtu Tanggal 21 Juli 2018 menyatakan bahwa Korupsi Kolusi dan Nepotisme  makin parah pascareformasi. Pernyataan ini langsung mendapat respon dari Partai pendukung Presiden Joko Widodo  yang menangkis pernyataan Tommy kepada wartawan di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/7/2018).

RESI (Riset Ekonomi Sosial Indonesia) yang didirikan mantan anggota DPR(mantan Ketua Komisi Keuangan) yang saat itu adalah  Petinggi Fraksi PDIP diera tahun 2000an, RESI mempunyai  beberapa data mendukung pernyataan Tommy. Ferdinand sebagai Senior Riset & Konsultan RESI , berdasarkan temuan dilapangan dibeberapa daerah menemui pola KKN diera reformasi semakin canggih dan terselubung. Sebetulnya bila kita mencermati berita dimedia masa beberapa tahun terakhir kita hampir setiap hari dikejutkan temuan KKN baik berbentuk OTT KPK maupun temuan Aparat Kepolisian dan Kejaksaan, termasuk temuan BPKP , BPK dan Kemen PAN & RB.

Ferdinand juga yakin dan percaya bahwa Tommy tentu mempunyai data pendukung dari pernyataannya.Dan perlu diingat darah Tommy mengalir darah Veteran Pejuang Kemerdekaan yang membuat dia berani menyatakan kebenaran tanpa ragu dan siap hadapi resikonya.

Sebagai salah saatu contoh KKN yaitu temuan BPK yang dilansir oleh Kementerian PAN & RB adanya pemborosan anggaran tahun 2017 sebesar 392,87 Triliun (lihat https://www.google.com/amp/s/bisnis.tempo.co/amp/1071186/kemenpan-rb-catat-pemborosan-anggaran-rp-39287-triliun ) menjadi pertanyaan mengapa tidak ada partai yang mengkritisi pemborosan ini, apalagi melakukan investigasi baik dari sumber berita maupun terjunlangsung kedaerah untuk mengungkap penyebabnya maupun modus operandinya).

Masih banyak lagi temuan RESI dilapangan yaitu birokrasi yang memanfaatkan "loophole" dari peraturan perundangundangan yang ada. Bahkan kita mungkin lupa dengan Joke yang pernah beredar tentang KKN yaitu "Diera Ordebaru korupsi dilakukan dibawah meja, maka diera sekarang korupsi dilakukan dengan mengangkat mejanya sekalian " ini bisa kita lihat secara aktual kasus OTT Penjara Sukamiskin dimana Kalapasnya saat diperiksa KPK tertawa-tawa padahal korupsi yang dilakukan sanngat terbuka walaupun di lingkungan Kementerian Kumham sudah ada pakta Integritas dan Revousi Mental.

Untuk itu RESI sangat mengharapkan agar para tokoh partai tidak saling menyerang atas pernyataan Tommy ini tapi sebaiknya bersama membuka data dan mencari penyebab masif dan canggihnya KKN era reformasi.

(Tim Litbang Mediawatch Swararesi) komentar dan masukan dapat dikirim ke Email : redaksi@swararesi.com)

Sun, 22 Jul 2018 @22:37


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved