MEDIAWATCH DIRGANTARA HUMAN CAPITAL-ASN Watch

Dipertanyakan mahalnya Harga Buku "Anak Sersan Jadi Panglima "

image

 Buku "Anak Sersan Jadi Panglima " yang merupakan biografi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang diterbitkan oleh sebuah penerbit swasta dibanderol dengan harga Rp. 115.000,- per eksemplar, dianggap mahal oleh beberapa peserta yang hadiri acara peluncuran buku tersebut  di Jakarta Hari Jumat Tanggal 16/3/18.

Bila benar salah satu misi diterbitkan buku adalah untuk memberikan motivasi kepada anak bangsa yang kurang beruntung dalam kehidupan ekonomi yang serba kekurangan agar tetap semangat pantang menyerah menggapai cita-citanya sehingga berhasil seperti kisah Hadi Tjahjanto yang berhasil menjadi Panglima TNI, tentunya dipertanyakan mengapa harga buku tersebut dibandrol cukup mahal, mengingat kualitas buku serta isinya banyak yang merupakan reproduksi (foto) atau hasil wawancara yang mudah didapat karena kemudahan yang diberikan oleh keluarga Hadi Tjahjanto maupun Informasi dari pihak lain dan gencarnya publikasi media saat ditetapkannya Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI oleh Presiden Jokowi , mengingat Hadi Tjahjanto merupakan sosok yang menjadi "media darling" bagi media nasional maupun daerah.

Saat ditanya oleh salah satu peserta peluncuran dan bedah buku " Anak Sersan Jadi Panglima " yaitu apakah keluarga Hadi Tjahjanto sudah diajak bicara dengan harga jual yang relatif mahal, dijawab oleh penulis Eddy Suprapto secara diplomatis bahwa harga mahal dianggap relatif, karena sekarang beli pulsa seharga Rp. 100.000,-- saja banyak dilakukan masyarakat, tanpa menjelaskan masyarakat kelas mana , karena mengingat sasaran buku tersebut agar dapat dibeli dan dibaca orang tua yang ekonominya terbatas  dalam menyekolahkan anak-anaknya didaerah seperti yang dialami Hadi Tjahjanto saat sekolan di Singosari maupun Lawang.

Peserta lainnya, Eddy dari kawasan Benhil Jakarta, menyayangkan buku biografi yang sangat baik menjadi motivasi bagi keluarga ekonomi lemah dijual dengan harga yang relatif mahal. Eddy mengharapkan kedepannya penerbitan buku "rakyat" seperti buku "Anak Sersan Jadi Panglima" disesuaikan harganya. Memang menurut penulis buku cetakan pertama sudah habis terjual sehingga segera terbit cetakan kedua, dipertanyakan siapa yang telah mampu memborong buku tersebut dengan harga yang relatif mahal, dan apa motivasinya memborong, tentu perlu adanya keterbukaan dari penerbit, agar masyarakat mengetahuinya.

Berita Foto : Ferdinand (Mediawatch Swararesi)

Fri, 16 Mar 2018 @20:24


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Berita Terhangat Minggu Ini
Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved