PROFIL : Ir. Soegiharto Santoso (Hoky) Ketua Umum Apkomindo, pribadi yang tegar hadapi hempasan badai kehidupan dengan tetap bersandar dan yakin bahwa Tuhan sangat mengasihi dan akan menolong HambaNya yang sedang teraniaya.

image

Kita kembali dikejutkan dengan anomali kehidupan didunia usaha dengan dijadikannya terdakwa Ir. Soegiharto Santoso (Hoky) Ketua Umum Apokomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) Akibat sengketa dengan mantan mitra kerja di Organisasi Apkomindo dengan dugaan masalah hak cipta penggunaan Logo Organisasi untuk kegiatan Ekspo di Jogjakarta , yang seharusnya kasus tersebut bisa diselesaikan secara non yudisial secara internal anggota Apkomindo.Hanya saja Niat baik Ir. Soegiharto (Hoky)  dan team mediasi Apkomindo pernah melakukan beberapa kali upaya perdamaian, namun justru saksi pelapor diduga meminta kompensasi yang cukup besar.

Ir. Soegiharto Ketua Apkomindo, dikenal sebagai pribadi yang low profil dan aktif dalam organisasi sosial dan rohani terlihat tegar menghadapi hempasan badai kehidupan dengan tetap bersandar dan yakin bahwa Tuhan sangat mengasihi hambaNya yang sedang teraniaya.

Koordinator Litbang Swararesi, Ferdinand  sangat terkejut saat mencermati dan mempelajari permasalahan yang dihadapi Ir. Sugiharto yang secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Apkomindo pada Kongres tahun 2015 di Jakarta.

Salah satu unsur perbuatan pidana adalah adanya mensrea atau "niat jahat" yang jelas dan terang benderang dari sipelaku berdasarkan pembuktian disidang pengadilan.

Yg dimaksud tentang "niat jahat" itu dlm teori hukum  pidana adalah "mens rea", "guilty mind", tanpa itu bukanlah pidana.Dlm teori hukum pidana ada prinsip "actus reus non facit reum nisi mens sit rea", tiada pidana tanpa kejahatan.

Tanpa mencampuri ,mempengaruhi jalannya sidang pengadilan atau mendahului keputusan hakim maka setelah memasuki sidang yang ke 26, Ferdinand yang mendapatkan informasi dari Ir.Soegiharto serta datadata dari email yang dikirim Hoky atas jalannya persidangan, perlu dikaji mendalam untuk mengungkap secara terang benderang "mens rea" yang dilakukan Ir, Soegiharto  yang bisa dianggap sebagai unsur kriminogen yang terungkap sebagai fakta hukum karena dalam persidangan terungkap telah ada upaya perdamaian atau mediasi dari pihak terlapor saat masalah belum masuk ke pengadilan hanya saja terhambat akibat adanya permintaan kompensasi yang diduga  nilainya cukup besar dari pelapor, disamping itu adanya keterbatasan media swararesi untuk mewawancarai pihak pelapor atau saksi melalui hubungan telepon.Sidang lanjutan diadakan pada Hari Senin Tanggal 11 September 2017 di PN Bantul DIY Yogjakarta dgn agenda pembacaan duplik dari pihak Hoky dan penasihat hukumnya.

Ferdinand yang pernah mencicipi kuliah di Pasca Sarjana FIH (Hukum Bisnis) dan sebagai Peneliti Senior dari Lembaga Riset RESI, terpanggil untuk ikut mencermati jalannya persidangan apalagi menurut informasi Hoky jalannya persidangan akan dipantau oleh Komisi Yudisial dan Komisi Kejaksaan, karena menurut Hoky dan Penasihat hukumnya banyak kejanggalan kejanggalan yang terungkap selama masa  persidangan.

Hanya saja yang mengembirakan bahwa Hoky tetap optimis bahwa ada campur tangan Tuhan untuk terselesaikannya kasusnya dengan hasil yang terbaik. Hoky sempat prihatin karena permasalahan yang dihadapinya berdampak terhadap keluarganya terutama Istri dan Anak-anak akibat berita kasus yang dihadapinya. Tapi Hoky yakin dan percaya Tuhan tetap hadir (Gusti Allah mboten sare) dan ikut menjaga dan menghibur keluarganya selama persidangan kasusnya.

Dalam kegiatannya berorganisasi patut dicatat pula bahwa Ir. Soegiharto Santoso aktif di Apkomindo, Aptiknas,  Kadin, Asisindo, LSP Komputer, Onno Centre International, Komunitas Sales Indonesia (KOMISI), KPTIK, Koalisi Anak Madani Indonesia (KAMI), APOI dan ACCI. Selaku Tim Relawan Jokowi maka Hoky akan meminta perlindungan Presiden terkait kasus yang menjeratnya di PN Bantul seperti diungkapkan oleh Ariseno Soeharsono Penasihat Hukumnya dari Informasi yang diterima swararesi dari Ir.Soegiharto (Hoky).

 

(Kolom Opini oleh Litbang swararesi Ferdinand)

Komentar dan tanggapan anda anda dapat melalui Email : redaksi@swararesi.com

Fri, 8 Sep 2017 @11:38


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+1+2

Copyright © 2017 swararesi.com · All Rights Reserved