Partisipasi Organisasi Masyarakat Sangat Diperlukan Bagi Pembangunan Ketenagakerjaan

image

Agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional sangat membutuhkan partisipasi dari seluruh elemem masyarakat. Diharapkan, organisasi masyarakat (ormas) maupun LSM yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat bisa mendorong persoalan peningkatan kompetensi SDM di Indonesia menjadi salah satu agenda prioritas organisasinya. Sehingga, agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional dapat tercapai dengan maksimal.

Agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional sangat membutuhkan partisipasi dari seluruh elemem masyarakat. Diharapkan, organisasi masyarakat (ormas) maupun LSM yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat bisa mendorong persoalan peningkatan kompetensi SDM di Indonesia menjadi salah satu agenda prioritas organisasinya. Sehingga, agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional dapat tercapai dengan maksimal.

"Pada beberapa kesempatan, saya menyampaikan bahwa pembangunan bidang ketenagakerjaan bukan hanya menjadi tugas Menteri Ketenagakerjaan atau pemerintah pusat semata. Tetapi juga menjadi tugas pemerintah daerah dalam hal ini gubernur dan bupati/walikota, serta masyarakat luas," kata Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker), Hery Sudarmanto mewakili Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri menyampaikan sambutam pada acara "Pengukuhan Pengurus Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN)" di Jakarta pada hari Jumat (28/7/2017).

Menurutnya, tantangan bidang ketenagakerjaan dari waktu ke waktu semakin kompleks. Sehingga, dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan. Agar target pembangunan dapat tercapai dengan baik.

"Ini membutuhkan curahan pemikiran yang intens dan dukungan sektoral untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam RPJMN dan Rencana Strategis Kemnaker," jelasnya.

Sekjen Kemnaker pun menguraikan beberapa hal yang menjadi target pembangunan ketenagakerjaan. Diantaranya menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), optimalisasi Pelatihan Kerja, Sertifikasi kepada pekerja, mengembangkan standar kompetensi regional untuk sektor jasa yang diprioritaskan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dan menyediakan informasi pasar kerja yang efektif.

"Kebijakan tersebut diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat," urai Sekjen Kemnaker.

Organisasi kemasyarakatan seperti FSKN inipun dapat berkontribusi dengan beberapa cara. Seperti pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat. Menurut Sekjen Kemnaker, wirausaha sangat penting untuk pembangunan ekonomi karena mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

"Untuk itu, tanpa dukungan dari masyarakat luas dalam hal ini organisasi masyarakat, relatif sulit rasanya untuk dapat mencapai target tersebut," ujarnya. (Humas Naker)

Fri, 28 Jul 2017 @19:53


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+0+6

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved