MEDIAWATCH DIRGANTARA HUMAN CAPITAL-ASN Watch

PANGARMABAR LAKSAMANA MUDA TNI AAN KURNIA S.Sos MEMBUKA LATIHAN SIAGA TEMPUR LAUT KOARMABAR 2017

image

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., membuka Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar Tahun 2017 di Gedung O.B. Syaaf, Markas Komando Koarmabar,  Jakarta , Selasa (25/4). Kegiatan  mengambil tema, “Melalui Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017 Kita Tingkatkan Kemampuan dan Kesiapan Tempur Jajaran Koarmabar”.

 Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos. mengatakan, Koarmabar sebagai Kotama Pembinaan dan Operasi TNI Angkatan Laut mempunyai tugas pokok dalam melaksanakan tugas pokok TNI dan TNI Angkatan Laut. Sebagai Kotama operasi, Koarmabar melaksanakan operasi intelijen maritim, operasi tempur laut dan operasi keamanan laut di perairan wilayah barat. Sedangkan sebagai Kotama Pembinaan, Koarmabar senantiasa melaksanakan pembinaan kemampuan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), pembinaan kemampuan peperangan laut, pembinaan kesiapan operasional dan pembinaan potensi maritim yang akan dilaksanakan pada latihan siaga temput laut 2017.

Selanjutnya Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos.,  mengatakan, Harbour Phase ini merupakan kesempatan bagi prajurit pengawak untuk lebih mendalami materi-materi yang akan disampaikan instruktur sesuai bidangnya. Pembekalan yang diberikan agar benar-benar dipahami dan selanjutnya menjadi modal pada pelaksanaan manuver lapangan atau sea phase. Pergeseran unsur-unsur latihan dari daerah operasi menuju titik temu di Pangkalan Tanjung Uban agar dilaksanakan sesuai jadwal.

Menurut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., perkembangan global yang terjadi begitu cepat saat ini harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata, dimulai dari optimalisasi dalam melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Hal tersebut sebagai langkah nyata dalam menghadapi tantangan tugas kedepan yang semakin berat. Potensi konflik  di beberapa negara tidak dapat terhindar seiring dengan kompetisi negara-negara maju untuk menguasai dunia. Untuk mencapai tujuannya, kekuatan laut merupakan unsur utama untuk melancarkan serangan masif terhadap lawan. Sebagai bangsa yang besar harus mampu dan optimis dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan NKRI pada umumnya dan wilayah barat Indonesia pada khususnya.

Mengakhiri amanatnya, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos.,  memberikan beberapa penekanan dalam latihan untuk dipedomani antara lain agar memahami rencana latihan sesuai fungsi dan tugas setiap pelaku dan melaksanakan dengan sungguh-sungguh guna mencapai keberhasilan latihan. Latihan tidak bersifat rutinitas yang artinya timbulkan kreatifitas dan ide-ide cemerlang guna tercapainya latihan yang optimal. Jaga kerahasiaan berita-berita selama latihan dan yakinkan komunikasi radio serta peralatan KRI dapat berfungsi dengan baik demi kelancaran dan keberhasilan latihan. Pertahankan kondisi teknis Alat Utama Sistem Senjata agar tetap prima guna melaksanakan operasi atau latihan selanjutnya dan agar melaksanakan semua prosedur latihan secara cermat dan benar serta check and recheck terhadap semua kegiatan kapal guna terwujudnya zero accident.

Pada Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar Tahun 2017 tersebut, para pelaku latihan dibekali materi oleh Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D., tentang “Implementasi Hukum Laut Di Daerah Potensi Konflik”  serta Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kementerian Luar Negeri RI, Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan, S.H., LL.M., dengan materi “Bagaimana Sikap Yang Harus Dilakukan Indonesia (TNI AL) Terhadap Claim Tiongkok Mengenai Batas Wilayah Di Laut China Selatan”.

Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar Tahun 2017 tersebut, selain diikuti oleh prajurit dan unsur-unsur Koarmabar dan jajarannya yang meliputi Guspurla Koarmabar, Guskamla Koarmabar dan jajaran Lantamal, juga melibatkan prajurit dan unsur dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) serta Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal)

Dalam konferensi pers dengan awak media. Dalam pada itu, Pangarmabar , menjelaskan secara garis besar tentang latihan siaga tempur laut serta keberhasilan Koarmabar melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) dalam menekan tindak kejahatan di laut khususnya di Selat Malaka dan Selat Singapura. Selama kurun waktu empat bulan dari bulan Januari hingga April 2017, Koarmabar telah memeriksa 1.163 kapal dengan rincian 1.071 kapal dinyatakan tidak cukup bukti dan dibebaskan, sementara 92 kapal dinyatakan bersalah dan diproses lebih lanjut. Dengan keberhasilan tersebut, potensi kerugian negara yang diselamatkan sebesar ± Rp. 320.818.000.000,--

Hadir dalam kegiatan tersebut, Pangkolinlamil Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., Danguspurlaarmabar Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., Danguskamlaarmabar Laksamana Pertama TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han), Komandan Lantamal III Jakarta Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad, S.H., M.M., Pejabat Utama Koarmabar, para Komandan Satuan dan Komandan Unsur yang tergabung dalam Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar Tahun 2017.

Bedrita Foto Fredi

Wed, 26 Apr 2017 @22:23


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Berita Terhangat Minggu Ini
Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved