Hari Kesehatan Dunia 2017 diperingati di Jakarta dengan program Depression, Let's Talk! Sebagai bentuk kepedulian dan pencegahan depresi berkepanjangan untuk warga kota Jakarta

image

Tema besar Hari Kesehatan Dunia 2017 yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) adalah DEPRESI. Data menunjukkan bahwa di dunia, terdapat sekitar 300 juta orang mengalami depresi. Sedangkan di Indonesia sendiri, kasus depresi yang dilaporkan mencapai lebih dari 9 juta (WHO, 2017). Hal ini yang mendasari Alzheimer Indonesia (ALZI) bersama-sama dengan FK Unika Atma Jaya, didukung oleh Yayasan Pulih, Emong Lansia, BCA, Eisai, Majalah Femina, Radio FeMale, Do Care, Prodia, SurveyMeter, PDSKJI, Insan Medika dan Alzheimer Netherland, melaksanakan program seminar dan sesi berbagi dengan topik Depression: Let’s Talk! (Depresi: Curhat Yuk!). Acara ini dilaksanakan pada tanggal 8 April 2017 dari pukul 9.00 – 14.00 WIB di Gedung Yustinus lt. 15, Unika Atma Jaya, Jl. Jend. Sudirman – Jakarta Pusat.

Executive Director ALZI, Sakurayuki menyatakan bahwa depresi dapat menjadi salah satu faktor penyebab terkena resiko Dementia/Alzheimer. Seiring bertambahnya usia, lansia bisa mengalami depresi karena penyakit fisik yang dialaminya, dan juga karena masalah-masalah sosial yang dihadapinya seperti kehilangan pasangan, ditinggalkan oleh anak-anak, post power syndrom, dll.

Sesuai dengan visi ALZI untuk membantu meningkatkan kualitas hidup orang dengan demensia (ODD), caregiver serta keluarganya, maka ALZI mengadakan acara ini. Begitu banyak ODD, caregivers dan para anggota keluarganya yang mengalami depresi, terutama para caregivers yang banyak dituntut kesabarannya dalam mengurus ODD – sadar atau tidak sadar caregivers tersebut mengalami depresi atau yang biasa disebut sebagai Caregivers Burn Out, yang levelnya lebih berat dari level depresi si ODD itu sendiri.” Sakurayuki juga menyatakan bahwa acara ini merupakan acara awal dari rangkaian program lain menjelang bulan Alzheimer Dunia #RememberMe pada bulan September dan konferensi regional Asia Pasifik Alzheimer Disease International (ADI) di Fairmont Hotel, Jakarta pada tanggal 4-5 November nanti.

Direktur SurveyMeter, Dr. Wayan Suriastini melalui hasil penelitiannya menjelaskan bahwa pada usia yang lebih muda, tingkat depresi tinggi terutama disebabkan karena penggunaan HP dan kurangnya gerakan fisik. Data IFLS menunjukkan adanya peningkatan tingkat stress dari tahun 2007 – 2014 sebesar 7 – 27%. Masih menurut Wayan, hasil studi demensia yang dilakukan oleh SurveyMeter di tahun 2016 di Yogyakarta menunjukkan bahwa prevalensi lansia dengan demensia yang terkena depresi sebesar 34% dan lansia yang tidak terkena demensia prevalensi depresinya 12%.

Regional Director Alzheimer Disease International Asia Pacific sekaligus founder ALZI, DY Suharya mengapresiasi Alzheimer Indonesia sebagai organisasi sekaligus mewakili negara yang memiliki inisiatif untuk melakukan upaya-upaya pencegahan peningkatan jumlah ODD dan pencegahan caregivers burn out lewat kegiatan-kegiatan berbasis komunitas. Selain itu, upaya-upaya penanganan juga terus dilaksanakan di Indonesia. DY juga memberikan apresiasi pada Kementerian Kesehatan dan Pemda DKI Jakarta dengan Pasukan Ungu yang terus memberikan layanan terbaik bagi para lansia yang memerlukan lewat bantuan pelayanan dari pemerintah.

Indonesia sampai saat ini masih menjadi role model untuk awareness raising campaign yang berhubungan dengan demensia di Asia Pacific. Setelah peluncuran Rencana Aksi Nasional Demensia oleh Menteri Kesehatan tahun lalu, kemudian deklarasi Jakarta sebagai Kota Ramah Demensia dan Ramah Lansia pada 2015 lalu, Indonesia khususnya Jakarta terus berbenah. Jumlah lansia akan terus bertambah, karena harapan hidup yang semakin tinggi. Hal ini harus dibarengi dengan upaya-upaya untuk menjaga para lansia ini menjadi panjang umur dengan kualitas hidup yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya termasuk berkurang kemungkinan terkena dampak depresinya.”

Acara ini terbuka untuk umum dan para pengunjung dari berbagai usia. Program Depression, Let’s Talk! Selain diisi dengan layanan deteksi dini demensia, deteksi tingkat burn out/stress level, dan konseling keluarga caregivers/ODD, program ini juga diisi dengan talk show oleh para pakar di bidang kesehatan jiwa yaitu dr. Natalia Widiasih Sp.KJ, dengan topik Caregivers Burn Out dan Hubungan Depresi dengan Demensia, pakar data SurveyMeter Wayan Suriastini yang akan mengulas mengenai depresi lintas generasi: apa yang bisa kita lakukan bersama? Dan testimoni caregiver oleh Sita Supomo, profesional muda – Dimas Subagyo dan ahli sports medicine dr Sophia Hage Sp.OK yang akan berbagi mengenai berbagai cara untuk mengurangi risiko demensia dan depresi melalui olahraga dengan dipandu MC Gery Puraatmadja. 

Foto courtesy by Dipa Mulya Alzi

Mon, 17 Apr 2017 @19:31


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+5+6

Copyright © 2017 swararesi.com · All Rights Reserved