Menteri Perhubungan : Kisaran Kuota Taxi Online Grab : 7000 unit, Uber 5000 unit, GoCar : 5000 unit.Stake holder Transportasi Online menginginkan adanya Moratorium Rekrutmen Driver Taxi Online sampai data perusahaan aplikasi valid.

image

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 kepada ratusan pengemudi angkutan, baik transportasi online, mau pun transportasi konvensional di Jakarta.Sabtu (26/3/17)

Dalam sosialisasi tersebut, Budi Karya mengatakan, bahwa pemerintah dalam hal ini Kemenhub bertugas untuk membuat payung hukum untuk bisa mengatur kondisi transportasi yang ada.

Menhub mengungkapkan, aturan ini dibuat untuk menjaga keberadaan angkutan umum, khususnya konvensional tetap ada, sekaligus tetap membuka kesempatan bagi transportasi beberbasis online.

Selama ini terjadi persaingan yang tinggi antara persaingan antara taksi online dengan konvensional. Hal itu bisa menyebabkan taksi konvensional kalah bersaing.

"Sekarang ini yang kita lihat adanya kompetisi, maka dengan aturan ini kita atur kesetaraan. Dengan modernisasi online ini kita jangan meninggalkan atau menganaktirikan saudara-saudara kita yang berpenghasilan dari situ (konvensional)," kata dia.

"Taksi online bisa merebut pasar, tapi jangan semua, kalian harus bagi kue-kue. Karena banyak pengusaha transportasi kecil. Jadi bahwasanya ini niat baik pemerintah untuk mengatur. Kita tau ada proses survival dari anda-anda sekalian. Tapi ingat kita sama-sama mencari penghidupan, oleh karena itu kita mencari aturan yang baik untuk semua pihak," sambung Menhub.

Maka itu, Budi Karya menambahkan, dalam revisi Permenhub Nomor 32 tahun 2016 telah diatur masalah kuota dan aturan skema batas atas batas bawah, untuk tetap menjaga kedua jenis transportasi tersebut.

Jelang akhir acara, menhub meminta perwakilan dari perusahaan Aplikasi Taxi Online menyebutkan posisi terakhir jumlah Mitra Taxi Online dan pengemudi.Menurut Menhub jumlah ini sebagai patokan kisaran kuaota yang akan ditetapkan. Wakil dari grab yang berbicara Direktur Utamanya langsung, menyatakan saat ini sudah mendaftar kir sekitar 4000 dan yang sudahterdaftar lainnya sekitar 3000 sehingga didapat kisaran jumlah 7000an. Wakil dari Uber menyatakan posisi terakhir sekitar 5000an dan Go Car sekitar 5300an. Menhub sementara menganggap jumlah tersebut sebagai patokan kisaran kuota. Pendapat menhub tersebut tidak emndapatkan protes dari wakil perusahaan aplikasi taksi online yang hadir.

Dalam diskusi terungkap bahwa perusahaan aplikasi "U" sangat agresif dalam merekrut mitra drivernya dengan cara mirip MLM yaitu member get member dimana bila driver dapat merekrut 5 orang mitra baru maka akan diberikan bonus Rp. 500.000,- dan ini dipublikasikan melalui sms. Disamping itu driver juga diberi kemudahan yaitu dapat kredit mobil dengan cicilan Rp. 1000.000 minggu tanpa dilakukan kajian apakan dengan penghasian yang sangat minim bisa membayar angsuran tersebut. Seorang driver taxi online " U" mempertanyakan dengan adanya tarip promosi yang sangat murah antara lain dari Kalibata ke blok M , penumpang hanya membayar Rp.6.000,- bilapun ditambah insentif yang dibayar kemudian sebesar rp.20.00,- maka sampai "tahun Kuda" pasti pengemudi tersebut tidak mampu bayar dan lunasi cicilan leasing. Untuk itu mereka setuju adanya penerapan tarif atas dan bawah oleh pemerintah yang diamini oleh peserta dari Asosiasi Driver Online.

Berita Foto Fredi

Sun, 26 Mar 2017 @20:44


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+8+6

Copyright © 2017 swararesi.com · All Rights Reserved