MEDIAWATCH DIRGANTARA HUMAN CAPITAL-ASN Watch

DPR Desak Presdir PT FI Minta Maaf Secara Terbuka

image

“Kami menyayangkan tindakan yang dilakukan presiden direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) terhadap anggota Komisi VII, Mukhtar Tompo. Sikap dan tindakan tersebut sangat tidak patut dilakukan. Hal itu menyinggung kehormatan DPR sebagai lembaga tinggi Negara serta tidak menghargai anggota DPR sebagai representari dari rakyat Indonesia,”ujar Zulkieflimansyah saat mengawali konferensi pers yang digelar di ruang rapat Komisi VII, Senayan, Jakarta, Selasa (14/02/2017).

 

Berdasarkan undang-undang no. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD RI, dan DPRD (MD3) khususnya pasal 80 tentang hak anggota DPR dalam mengajukan pertanyaan, menyamaikan usul dan pendapat, pengawasan, dan hak imunitas serta peraturan DPR RI Tahun 2014 tentang Tata Tertib, khususnya Pasal 11 Tentang Hak Anggota.

 

Dalam rapat internal tersebut, lanjut Zulkiefli, Mukhtar Tompo sebagai anggota DPR RI adalah dalam rangka fungsi pengawasan yang dijamin oleh Konstitusi dan Undang-undang No. 17 Tahun 2014 tentang MD3. Saat itu Mukhtar Tompo hanya mengkonfirmasi komitmen PTFI dalam progress smelter. Pertanyaan tersebut harus dihargai sebagai pelaksanaan amanah UUD 1945 dan UU MD3 yang tidak dapat dipermasalahkan oleh siapapun.

 

Oleh karena itu atas keputusan bersama Komisi VII mendesak Cheppy untuk meminta maaf secara terbuka kepada Mukhtar Tompo, Komisi VII, dan DPR RI secara kelembagaan.

 

Lebih lanjut anggota Komisi VII lainnya, sekaligus sebagai Kapoksi Fraksi Partai Hanura, Farid Al Fauzi mengatakan bahwa lewat pimpinan DPR pihaknya juga akan menyurati Presiden terkait insiden tersebut, sekaligus meminta PTFI untuk mencopot Cheppy dari jabatannya sebagai Presdir PTFI.

 

Anggota Komisi VII, Yulian Gunhar menambahkan bahwa pihaknya tidak akan menggelar rapat dengan Cheppy sebelum ada permintaan maaf tersebut. Bahkan DPR juga akan mendukung langkah hukum yang akan ditempuh Mukhtar terkait insiden tersebut.

 

“Fraksi Hanura akan melaporkan insiden ini ke Bareskrim atas tindakan melanggar hukum. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari seluruh fraksi. Jadi sebelum ada permintaan maaf kami tidak akan rapat dengan dia. Bahkan kami meminta PTFI untuk mencopot Cheppy dari jabatannya tersebut,” tegas Yulian (Biro Pemberitaan DPR RI)

Thu, 16 Feb 2017 @10:24


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved