Marsekal Musikus dan Berhati Lembut Chappy Hakim diduga korban kekerasan Verbal di DPR. Perlukah revisi UU MD3 tentang imunitas dan etika bertanya anggota DPR RI ?. Siapa saja Pejabat yang pernah alami hal serupa ?.

image

swararesi.com 14/2/17 (Kolom Opini) Kembali kita dikejutkan berita terjadinya kesalahpahaman antara Anggota DPR dengan Presdir PT Freeport saat RDP yang berakibat pihak PT Freeport dianggap pihak yang salah karena Pejabatnya dianggap tersulut emosi akibat statemen dari seorang anggota DPRRI, masalahnya semakin hangat dengan adanya pemberitaan beberapa media yang publikasinya cenderung sepihak khususnya media yg senang berita  "Badnews is Goodnews" dengan agenda "setting" nya yang dinamis.

Menjadi pertanyaan karena kejadian ini pernah terjadi di komisi yang lain dan diduga akibat pertanyaan anggota DPR yang sangat keras dan menyudutkan mitranya di RDP, sehingga apakah tindakan tersebut bisa dikatagorikan "kekerasan verbal".

Koordinator Mediawatch Swararesi F.L.Tobing yang mengikuti perkembangan masalah miskomunikasi antara Presdir PT Freeport Chappy Hakim dan Anggota DPR Komisi VII Muchtar Tompo, saat ikuti  konferensi Pers Fraksi Hanura yang dihadiri Ketua Nurdin Tampubolon dan M.Tompo di Press Room DPR RI ( 10/2/17), Mediawatch menemukan adanya pertanyaan pertanyaan wartawan kepada M. Tompo yang cenderung menggiring agar suasana jadi lebih "dinamis" dengan tujuan mendapatkan berita " Badnews adalah Goodnews.Salah satu indikasi terpancingnya M.Tompo atas pertanyaan wartawan yang tendensius yaitu M.Tompo mengingatkan bahwa beliau adalah Anggota Tapak Suci dan Berdarah makasar.Apa relevannya statemen ini dikeluarkan oleh anggota DPR yang terhormat didepan awak media.

Bila benar berita media sepihak tentu ini sangat disayangkan, karena saat tanya jawab tidak ada pertanyaan yang mengklarifikasi apakah pernyataan M.Tompo sudah benar dan tepat karena belum ada pembuktian antara lain dengan melihat CCTV diruang RDP Komisi VII saat itu.Apakah tidak ada usaha mediasi dari Komisi VII agar masalahnya selesai dengan damai.Masih banyak lagi pertanyaan yang perlu dicermati kearah mana masalah ini akan digiring, karena dari pihak Freeport sampai saat ini belum dikonfirmasi permasalahan sebenarnya.bahkan yang timbul Pihak Anggota DPR akan mengadukan Presdir PT Freeport karena diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan penguasa.

Hasil pengamatan Mediawatch sejak tahun 2008 , Swararesi melakukan penelitian di Parlemen, banyak sudah Pejabat yang menjadi "korban" kekerasan verbal bahkan ada Menteri Wanita yang sampai menitikkan air mata saat dicecar dengan pertanyaan pertanyaan yang bertubi-tubi dari beberapa anggota DPR peserta RDP.

Hanya saja anggota DPR selalu berkilah bahwa mereka punya hak imunitas, sehingga tidak dapat digugat bila pertanyaannya sangat keras dan statemennya cenderung memvonis. Demikian pula dari sisi pemberitaan media  kadangkala justru menimbulkan perselisahan atau memperuncing konflik antara DPR dengan Mitra Kerjanya ataupun Pihak yang diundang komisi yang berkepentingan atas suatu masalah.

Perlu ada review  oleh Biro Pemberitaaan Setjen DPRRI untuk menghindari media yang cenderung mengejar berita yang punya nilai berita "Badnews is Goodnews".

Mediawatch berdasarkan temuan-temuan tersebut sudah pernah menyurati Setjen DPR RI mempertanyakan masalah manajemen pemberitaan di Parlemen, agar berita bisa berimbang, karena hasil temuan Mediawatch, Anggaran Biro Pemberitaan untuk fasilitasi awak media Press Room Parlemen jumlahnya puluhan milyard pertahun, antara lain untuk dana transport,jamuan makan, mediagatherfing keluarkota dll, sehingga kadang-kadang ada oknum awak media yang cenderung "pro" kepada anggota DPR dalam pemberitaan bila ada sengketa dengan pejabat mitranya dalam RDP. Ada juga dugaan masalah diperkeruh karena ada agenda terselubung dari pihak tertentu untuk memanfaatkan situasi.

Mediawatch merasa perlu ada lembaga yang menilai dinamika pemberitaan dari media di Parlemen, seperti yang diamanatkan dalam UU Pers No.40/1999 pasal 17 dimana Masyarakat dilibatkan untuk mengawasi pemberitaan media (Mediawatch).

Bagaimana pendapat anda ?.

Koordinator mediawatch Swarar Resi F.L.Tobing.

Berita Foto Fredi

Thu, 16 Feb 2017 @10:24


1 Komentar
image

Wed, 26 Apr 2017 @14:19

xuehsvsugbn

TpDgVE <a href="http://icjotgjqzyxf.com/">icjotgjqzyxf</a>, [url=http://hfxcspwokxxa.com/]hfxcspwokxxa[/url], [link=http://njozxwvormir.com/]njozxwvormir[/link], http://wraudeieobdo.com/


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+6+5

Copyright © 2017 swararesi.com · All Rights Reserved