MEDIAWATCH DIRGANTARA HUMAN CAPITAL-ASN Watch

Sekjen PPUI A. Pulungan : Kotak Pandora terbuka, Diduga Patrialis Akbar tidak sendirian, KPK agar usut Uji Materi yg ditolak MK UU No.18/2009 tentang Unggas dgn Omset 500 Triliun/tahun.Diharap Patrialis Akbar Jadi Justice Collaborator.

image

swararesi.com 26/1/17 Untuk Uji Materi UU No.41/2014 terkait Ternak Sapi yg Omset Rp. 80 Triliur/Thn, oknum pengusaha berani suap Hakim MK, bagaimana dengan Uji Materi UU No. 18/2009 Ternak Unggas yg Omset Rp.500  triliun/tahun yang pernah ditolak MK ? KPK harus bongkar tuntas kejajanggalan Keputusan MK yang diduga cenderung memihak oknum Pengusaha Besar. Patrialis Akbar harus menjadi Justice Collaborator.

Selanjutnya Sekjen Presidium DPP Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia) Ashwin Pulungan hari ini (26/1/17) dalam surat elektroniknya ke Redaksi Swararesi.com yang mewakili para peternak unggas mandiri sangat mengharapkan agar Patrialis Akbar mengungkapkan siapa saja oknum Hakim MK dan oknum Pejabat dilingkungan MK yang terlibat langsung maupun tidak langsung selama ini agar kedepannya Lembaga Hukum seperti MK bersih dari oknum yang tidak jujur. OTT yang dilakukan oleh KPK sangat diapresiasi karena dianggap membuka kotak pandora masalah peternakan termasuk perunggasan yang selama ini meresahkan peternak rakyat.

Jeritan Peternak Rakyat sudah terdengar sejak saat akan diselenggarakannya kongres Peternak Rakyat pada bulan November 2016 di TMII Jakarta.

Ketua Pengarah Kongres Peternak Rakyat, Ade M Zulkarnain (HIMPULI) dan Ketua Kongres, Teguh Boediyana (PPSKI) dalam konferensi pers Tanggal 15/11/16  menerangkan, kongres nasional peternak rakyat digelar karena kondisi peternak rakyat yang semakin termarginalkan dan perlu segera mendapatkan perhatian Pemerintah.

Peternak rakyat meminta pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka. Pasalnya, saat ini ada sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada peternakan rakyat.

Hal inilah yang mendorong ribuan peternak akan menggelar kongres nasional peternak rakyat pada 28 November 2016. Kegiatan tersebut rencananya dihadiri 2.000 orang peternak rakyat dari 17 asosiasi peternakan rakyat baik sapi, unggas, maupun kambing.

Kondisi ini terjadi baik oleh sistem bisnis yang dikuasai oleh konglomerasi maupun akibat kebijakan pemerintah yang semakin tidak kondusif, ‘’ terang Teguh

Peserta kongres selain dari Asosiasi/organisasi Peternak sebanya 17 komunitas tersebut,  diharapkan hadir juga peninjau yang terdiri dari berbagai organisasi terkait dengan dunia peternakan termasuk organisasi para Ilmuwan.

Sekjen Presidium PPUI Aswin Pulungan menambahkan bahwa Peternakan Rakyat dimarjinalkan dengan UU No. 18/2009 pengganti UU No. 6/67, dimana perusahan besar diperbolehkan masuk ke budidaya. Sangat disayangkan kualitas anggota DPR tidak pro peternak rakyat.

PPUI beserta peternak rakyat lainnya telah mengadakan uji materi ke Mahkamah Konstitusi, hanya disayangkan hakim MK menolak uji materi tersebut.   (berita swararesi.com 16/11/16)

Keterangan Foto : Gambar saat Konferensi Pers Jelang Kongres Peternak Rakyat di Resto Pulo Dua Tanggal 15/11/16, Tampak dalam gambar A.Pulungan memegang mike menjadi pembicara didepan awak media)

Berita Foto Fredi.

Thu, 26 Jan 2017 @20:49


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved