Komnas HAM : Negara harus hadir hadapi radikalisme yang mengancam kebhinekaan bangsa .

image

Ketum PMKRI, Angelius Wake Kako yang beberapa pekan lalu sempat melaporkan Ketua FPI Habib Rizieq atas dugaan penistaan agama, menyatakan bahwa fakta bangsa Indonesia adalah berdiri dengan keberagaman perbedaan yang sangat besar, namun hal itu justru menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Kekuatan itulah yang dia nilai akan membuat Indonesia menjadi satu.

“Perbedaan itu sudah ada dari awal terbentuknya negara Indonesia. Hal tersebut telah terakumulasi dalam Pancasila yang menjadi pijakan hidup bernegara kita. Telah menjadi tugas bersama seluruh warga negara untuk mengkawal kebhinekaan dari ancaman radikalisme yang ingin memecah belah persatuan Indonesia,” ungkapnya.

 

Sementara itu Komisoner Komnas HAM Natalius Pigai menyatakan bahwa pemerintah justru adalah pihak yang bertanggung jawab dalam setiap persoalan yang terjadi di Indonesia termasuk radikalisme. Untuk itu dirinya mendesak agar pemerintah hadir secara nyata, melalui pembuatan kebijakan dan regulasi yang jelas dan adil untuk melindungi hak asasi warga negaranya.

Berita Foto Fredi

Tue, 10 Jan 2017 @16:30


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+8+7

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved