MEDIAWATCH DIRGANTARA HUMAN CAPITAL-ASN Watch

Jawaban Esklusif Ketua Konferensi WaliGereja Indonesia (KWI) ke swararesi.com tentang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) .

image

swararesi.com 25/12/16 (Kathedral-Jakarta).swararesi.com 25/12/16 (Kathedral-Jakarta).Ketua (KWI)  yang juga Uskup Agung Jakarta Mgr.Ignatius Suharyo menjawab pertanyaan swararesi.com usai mempersembahkan perayaan Ekaristi natal Fajar di Gereja Katedral Jakarta Minggu (25/12/2016) menyatakan Fatwa yang dikeluarkan MUI larangan penggunaan atribut keagamaan , tidak mengikat seluruh Warga Negara Indonesia melainkan hanya untuk umatnya (Umat Muslim) .

Menurut Mgr Ignatius Suharyo, aturan yang mengikat di Indonesia adalah konstitusi, sementara fatwa tidak mengikat seluruh warga negara Indonesia. Meski begitu, Uskup Agung Jakarta mengaku enggan masuk dalam diskui mengenai fatwa tersebut karena disamping sensitif juga rawan.

Mgr. Ignatius Suharyo merinci penjelasannya sbb :

"Pendapat  saya dan KWI adalah "Standard"  yaitu :

  1. 1. Fatwa MUI tidak mengikat warganegara karena yg mengikat warga Negara adalah konstitusi. Harus dibedakan Fatwa apapun dan siapapun dengan konstitusi.
  1. 2. KWI diam bukan tidak punya pendapat tetapi, KWI menganggap pendapat KWI sudah diucapkan oleh para para pemimpin dinegeri ini,  Pendapat KWI sama dengan pendapat pemerintah antara lain pernyataan Kapolri yg nyatakan Fatwa MUI  bukan rujukan untuk pejabat publik dan masyarakat umum tapi Fatwa MUI berlaku untuk umatnya sendiri  , sehingga  yg menjadi rujukan untuk membangun masyarakat Indonesia adalah konstitusi .
  1. 3. KWI tidak ingin masuk kedalam diskusi mengenai Fatwa, karena sangat sensitif dan rawan . KWI percaya Pemerintah cukup arif untuk menghadapi permasalahan yang timbul."

Mgr. Ignatius Suharyo juga menyampaikan, fatwa tersebut silahkan saja ditaati bagi umat yang mempercayakan, tergantung dari pribadi masing-masing, namun satu hal yang ditekankan Uskup Agung Jakarta, yakni masyarakat diharapkan membedakan antara fatwa dengan konstitusi.

"Negara ini diatur konstitusi, bukan oleh fatwa apapun," tegasnya.

Sebagai penutup Mgr.Ignatius Suharyo menyampaikan pesan Natal dari KWI Tahun 2016 : " Hari Ini Telah Lahir bagimu Juruslamat , Yaitu Kristus, Tuhan , DiKota Daut " (Lukas 2:12)

Pesan Natal 2016 ini Themanya juga sama dengan Pesan Natal Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI).

 

Berita Foto Fredi (Bukti Rekaman Available bukan wawancara Imajiner).

Sun, 25 Dec 2016 @22:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved