Menteri PAN-RB Asman Abnur sependapat dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bahwa Peluncuran Perizinan Online dengan tandatangan digital hari ini oleh Kementerian Perdagangan dapat minimalisir Pungli di Lembaga Pemerintah.

image

Seiring reformasi pelayanan publik di sektor perdagangan, Menteri KoordinatorBidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, beserta Menteri  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur meluncurkan pelayanan perizinan online dengan tanda tangan digital/elektronik (digital signature) hari ini, Jumat (23/12), di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Pelayanan perizinan ini akan diberlakukan efektif per 1 Januari 2017.

"Reformasi perizinan perdagangan ini diterapkan sebagai bentuk partisipasi dan komitmen Kemendag untukmewujudkan layanan yang transparan/cepat serta menumbuhkan dunia usaha yang maju di era digitalisasi ekonomi, sekaligus melaksanakan amanat Presiden RI tentang sapu bersih pungutan liar (SABER PUNGLI) dilembaga-lembaga pemerintahan," tegas Mendag.

Perizinan online dengan digital signature secara signifikan akan mengurangi pertemuan tatap muka antara pemohon dengan pemberi perizinan. "Dengan begitu, potensi pungutan liar dan penyalahgunaan wewenang bisa diminimalisasi," imbuh Mendag.

Ketika perdagangan berputar 24 jam sehari, 7 hari seminggu nonstop, digitalisasi dan otomatisasi proses bisnis sudah menjadi keharusan, termasuk di sektor pemerintahan dan layanan publik. Karena itu, Kemendag maju selangkah dengan meluncurkan perizinan online dan digital signature ini.

Ada dua aspek penting dari perizinan online dan digital signature ini. Pertama, yaitu inovasi pelayanan oleh pemerintah yang menuntut mindset baru pada aparatur sipil negara (ASN). Oleh karena itulah Menteri PAN- RB dan Ketua Ombudsman juga turut hadir pada peluncuran ini.

“Ini soal mindset pelayanan yang harus berubah. Tidak ada alasan untuk memperlambat proses karena semuanya sudah transparan, kapan berkas dimasukkan, kapan harus diteken, dan seterusnya,” ujar Mendag.

Kedua, pelayanan yang baik akan meningkatkan peringkat Ease Of Doing Business yang mampu mendongkrak reputasi Indonesia. Inovasi dan transparansi ini menunjukkan komitmen pemerintah kepada pelaku bisnis, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. Diharapkan, nilai dan intensitas aktivitas bisnis akancmeningkat dan mendatangkan pendapatan negara dan pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah terus mengimbau agar para pelaku usaha nasional dan internasional terus menumbuhkan sikap inovatif, reaponsif, mau melayani, dan adaptif terhadap kemajuan zaman,” lanjut Mendag.

Dengan tagline "Cepat, Praktis, Tinggal Klik," layanan baru ini mempermudah pelaku usaha mengurus izin-izincdi Kementerian Perdagangan. Ada 4 kategori layanan perizinan yaitu perdagangan luar negeri, perdagangancdalam negeri, standardisasi dan perlindungan konsumen, serta perdagangan berjangka komoditi.

Dengan peluncuran ini, maka terdapat 47 perizinan yang dilakukan secara online dengan digital signature.

Dari jumlah tersebut, 34 perizinan merupakan layanan perizinan bidang Perdagangan Luar Negeri dan 13cperizinan bidang Perdagangan Dalam Negeri.

Ditegaskan Mendag, inovasi perizinan ini juga dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan perizinan dicbidang perdagangan kepada para pelaku usaha. "Pengembangan sistem perizinan menggunakan tandactangan elektronik dapat meningkatkan fungsi pelayanan publik yang kondusif, cepat dan tepat, sertacmeningkatkan fungsi pelayanan perizinan yang baik, tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan

(good governance). Dengan demikian dunia usaha akan lebih berdaya saing dan dapat tumbuh dancberkembang dalam iklim yang semakin adil, sehat, dengan tetap menjaga etika bisnis dan taat aturan," jelascMendag Enggar.

Melalui sistem perizinan online dengan digital signature ini, proses penerbitan perizinan dapat berlangsungclebih cepat. Persetujuan penerbitan dapat dibuka melalui aplikasi di smartphone. "Pejabat Penandatangancdapat melakukan persetujuan penerbitan melalui aplikasi yang dipasang pada smartphone yang dimilikinyacsehingga penerbitan izin akan lebih cepat," jelas Mendag.

Kendati demikian, Mendag Enggar menyatakan Kemendag tetap membuka layanan konsultasi untukccmenjawab berbagai ketidaktahuan dan pertanyaan pelaku usaha, keluhan, sekaligus sebagai sarana edukasi dicbidang perdagangan.

"Kepada pemohon yang ingin bertanya mengenai prosedur permohonan perizinan, Kemendag tetapcmenyediakan fasilitas konsultasi di beberapa lokasi, di antaranya di Kantor Pusat Kemendag Jakarta dan Gedung Direktorat Metrologi Bandung," ungkap Mendag.

Untuk menjaga kualitas pelayanan, lanjut Mendag, Kementerian Perdagangan juga berkomitmen menerbitkan

perizinan sesuai dengan Service Level Agreement (SLA) yang ditetapkan masing masing perizinan. "Kami jugacakan menerapkan reward and punishment kepada unit pelayanan publik dalam melaksanakan tugasnya,"

Proses Perizinan Melalui penerapan metode baru secara online dengan digital signature, maka seluruh proses penerbitancperizinan dilakukan di dunia maya. Pemohon cukup mengajukan permohonan secara online di situs Kemendag dan mengunggah softcopy berkas persyaratan yang diminta. Kemudian Kemendag akan menverifikasicpermohonan dan mengacu pada softcopy berkas yang diterima. Apabila persyaratan telah lengkap dan benar,

permohonan akan disetujui.

Selanjutnya, akan ada e-mail notifikasi dari Kemendag ke e-mail pemohon. Di dalam e-mail notifikasi ini dilampirkan juga softcopy perizinan yang telah jadi untuk dapat digunakan dan dapat dicetak secara mandirioleh pemohon.

Sebelum perizinan online ini diberlakukan, pada 2007 Kemendag pernah menerapkan perizinan secara manual melalui Unit Pelayanan Perdagangan (UPP) yang kemudian berubah nama menjadi Unit Pelayanan Terpadu

Perdagangan (UPTP). Selanjutnya, pada 2013, sistem Inatrade meluncurkan sistem perizinan secara online meski tanpa digital signature.

Baru pada 1 Februari 2016, sistem perizinan online yang dilengkapi dengan digital signature mulai diterapkan sebagai proyek percontohan. Sistem tersebut sukses dijalankan dan terus dikembangkan sehingga dapat diresmikan hari ini.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur saat diwawancarai awak media menyatakan sependapat dengan Menteri Perdagangan bahwa Peluncuran Perizinan Online dengan tandatangan digital oleh Kementerian Perdagangan dapat  minimalisir Pungli dan effektif bagi Tim SABER Pungli di lembaga-lembaga Pemerintah.

Berita Foto Fredi

Fri, 23 Dec 2016 @17:38


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+6+5

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved