KJRI KK MERESMIkAN CLC LADANG ONG YAH HO DI KINABATANGAN, SANDAKAN, SABAH MALAYSIA

image

Dengan peresmian ini, maka CLC yang telah didirikan di seluruh pelosok

Sabah menjadi berjumlah 219 buah, dengan jumlah murid total 24 ribuan.

Pimpinan Ladang Sawit Ong Yah Ho, Encik Rames berterimakasih kepada KJRI yang telah

meresmikan CLC Ong Yah Ho sebagai pusat belajar bagi anak-anak dari pekerja-pekerja

Indonesia di ladangnya. Kata Encik Rames : “Terima kasih kepada Konjen Indonesia yang telah meresmikan pendirian CLC di dalam ladang kami. Hal ini adalah merupakan bentuk kepedulian bersama dan merupakan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) dari ladang kami kepada anak-anak Indonesia yang memerlukan pendidikan,” demikian kata Encik Rames.

Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan  Budaya KJRI Kota Kinabalu, Konsul Cahyono

Rustam menyebutkan bahwa dengan berdirinya CLC Ong Yah Ho maka menambah perluasan

akses layanan pendidikan bagi anak-anak TKI di Sabah. CLC ini untuk sementara memiliki

murid sebanyak 95 anak dan untuk sementara baru dibagi menjadi 3 kelas saja dalam kategori usia.

Tampak wajah semangat dan keceriaan para siswa-siswi CLC Ong Yah Ho saat menyanyikan

lagu Indonesia Raya pada acara peresmian. Seterusnya beberapa siswa menampilkan hiburan tarian dan drama. Menurut salah seorang guru Indonesia yang bertugas di CLC tersebut, Siti Mutmainah, asal Ngawi, bahwa minat anak-anak TKI untuk belajar cukup tinggi. Pada saat persiapan pembukaan CLC, anak-anak yang mendaftar sebenarnya berjumlah 120 anak tetapi

sampai diresmikan hanya ada 95 anak yang aktif.

Salah satu orang tua siswa, bernama Mandor Abu menyatakan kegembiraannya atas

tersedianya sarana pendidikan bagi anak anak mereka di Ladang Sawit Ong Yah Ho. Ia

berharap 2 orang anaknya dapat belajar dengan baik untuk menggapai impian masa depan

yang lebih baik.

Pemerintah Indonesia di Sabah melalui Kemdikbud dan Kemlu cq. Perwakilan RI di Kota

Kinabalu dan Tawau terus berupaya maksimal agar anak-anak WNI usia belajar di Sabah dapat

memperoleh akses layanan pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat menengah.

Diantaranya melalui pendirian jumlah CLC baru dan mendatangkan guru baru. Pada tingkat

pendidikan tinggi, KJRI Kota Kinabalu sejak tahun 2015 telah mendirikan Universitas Terbuka

(UT), dimana pada tahap awal membuka layanan pendidikan strata satu (S1) jurusan PGSD

dan saat ini memiliki mahasiswa berjumlah 76 orang.

Konjen RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan menyatakan bahwa KJRI KK terus berkomitmen

untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di Sabah dengan mendirikan CLC dimana terdapat

anak-anak Indonesia memerlukan sekolah. Tantangannya cukup berat mengingat diperlukan

bukan saja sarana dan prasarana sekolah yang cukup tetapi juga pengadaan guru-gurunya.

Konjen Irfan menuturkan: “Pelayanan pendidikan di Sabah memerlukan sebuah terobosan,

kreatifitas, dan inovasi, mengingat minimnya sarana prasarana. Selain bangunannya seadanya,

terdapat juga kekurangan guru tertutama di ladang di daerah pedalaman yang terpencil,

terbatasnya buku panduan serta belum adanya perpustakaan dan laboratorium yang memadai.

Dengan upaya yang terus menerus, diharapkan di masa datang pelayanan bidang pendidikan

akan semakin baik sehingga persentase melek huruf bagi anak-anak Indonesia di ladang-

ladang sawit terpencil dapat dihapuskan,” demikian pungkas Konjen Irfan.

Mon, 5 Dec 2016 @09:11


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+3+4

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved