MEDIAWATCH DIRGANTARA HUMAN CAPITAL-ASN Watch

Pengacara Dr.Hotman Paris membuktikan statementnya terdahulu bahwa akan memenangkan Pra Pradilan kliennya, mantan Direktur Utama PT Mobile 8, Antoni Chandra.

image

Hakim Irwan dalam persidangan dengan agenda pembacaan putusan, saat membacakan amar putusannya menyatakan, "Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian. Menyatakan termohon tidak berwenang menetapkan pemohon sebagai tersangka. Penetapan tersangka tidak sah dan batal demi hukum serta memerintahkan kepada termohon menghentikan penyidikan terhadap pemohon," kata hakim tunggal Irwan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Jalan Ampera Raya, Selasa (29/11).

Antoni Chandra ditetapkan oleh Kejaksaan Agung sebagai tersangka dalam kasus restitusi pajak PT Mobile 8. Kejagung mengendus adanya transaksi palsu terkait permohonan restitusi pajak antara PT Mobile 8 dengan PT Jaya Nusantara pada periode 2007-2009. Dalam kurun waktu itu, terjadi rekayasa perdagangan dengan membuat invoice sebagai faktur. Akibatnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merilis negara menanggung kerugian senilai Rp86 miliar.

Terhadap penetapannya sebagai tersangka Antoni pun melawan dengan upaya hukum mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jakarta Selatan. Dalam persidangan Antoni membuktikan bahwa penetapannya sebagai tersangka pada dasarnya tidak berdasarkan alasan yuridis yang kuat.

Hakim Irwan dalam pertimbangan hukumnya menyatakan, kasus restitusi pajak yang disidik bukan kewenangan pihak Kejaksaan Agung. Sesuai Pasal 44 Undang -Undang Nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang mengatur soal kewenangan penyidikan. Menurut ketentuan pasal tersebut, ketika terjadi tindak pidana perpajakan maka yang memiliki kewenangan melakukan penyidikan adalah Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan.

"Tindak pidana perpajakan sehingga yang berwenang penyidik perpajakan dan oleh penyidik PPNS Ditjen perpajakan," kata Irwan.

Dengan dasar itu, hakim menimbang penetepan Antoni Chandra sebagai tersangka oleh Kejaksaan tidak sah dan tidak punya kekuatan hukum mengikat. Maka sudah seharusnya penetapannya sebagai sebagai tersangka harus dibatalkan. -
Pengacara kondang Dr.Hotman paris sebelum sidang sangat yakin bahwa kliennya akan memenangkan Pra Pradilan ini sehingga status tersangka harus digugurkan.
Berita Foto Fredi

Tue, 29 Nov 2016 @17:10


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved