Indonesia Franchise & SME EXPO ( IFSE)2016, Momentum Tumbuhkan Waralaba Nasional .

image

Pertemuan waralaba dunia di Indonesia merupakan momentum penting untuk menumbuhkan jumlah dan daya saing waralaba nasional. Pemerintah mengajak pelaku usaha Indonesia bersama-sama membantu peningkatan waralaba nasional. Demikian ditegaskan Presiden RI Joko Widodo yang didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang membuka secara resmi Indonesia Franchise & SME EXPO (IFSE) di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Jumat, (25/11).

). IFSE merupakan puncak acara World Franchise Summit Indonesia (WFSI) 2016 yang berlangsung di JCC pada 22-27 November 2016.

“Seperti diungkapkan Presiden Jokowi, WFSI yang dihadiri delegasi asosiasi waralaba dari 26 negaramenjadi momentum penting yang harus dimanfaatkan guna mendorong  pertumbuhan waralaba Indonesia,” tegas Mendag Enggartiasto Lukita, usai pembukaan.

World Franchise Summit (WFS) merupakan pertemuan tahunan World Franchise Council (WFC) dan Asia Pacific Franchise Confederation (APFC) yang beranggotakan 46 asosiasi waralaba dari negara-negara maju dan berkembang. Pertemuan waralaba dunia ini untuk membahas isu-isu dan kebijakan terkait waralaba

dan perkembangannya. Mendag Enggar memastikan Kementerian Perdagangan akan terus berupaya memunculkan para wirausahawan baru di bidang waralaba.

“Sesuai amanat Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2007 Tentang Waralaba, Pemerintah melalui Kemendag telah melakukan berbagai upaya pembinaan kepada pemberi waralaba dan calon pemberi waralaba terpilih untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan, pameran di dalam dan luar negeri, hingga memberikan penghargaan,” tegas Mendag Enggar.

Fasilitasi 600 Pelaku Usaha Waralaba

Sejak sepuluh tahun terakhir, Kemendag sudah memfasilitasi kurang lebih 600 pelaku usaha waralaba dan potensial untuk diwaralabakan dalam bentuk penyediaan stan pameran, baik di dalam maupun di luar negeri. Kemendag juga menyelenggarakan program Pendampingan Waralaba Nasional (PWN) sejak 2012kepada kurang lebih 300 pelaku usaha.

Lebih dari itu, Mendag menegaskan kembali bahwa partisipasi Pemerintah dalam kegiatan WFSI tidak hanya ditujukan untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya, tetapi juga memberikan stimulus kepada pelaku usaha waralaba.

“Yang paling penting adalah kami ingin lebih menstimulus pelaku usaha waralaba untuk beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, terutama memiliki legalitas usaha berupa Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW),” lanjut Mendag.

Pertumbuhan usaha waralaba pada beberapa negara berkembang sangat pesat. Waralaba dijadikan sebagai alternatif pengembangan usaha. Data International Franchise Association melansir pada 2014

jumlah waralaba di dunia berjumlah 770.368 waralaba. Sedangkan data WFC Meeting 2013, jumlah waralaba di 3 negara ASEAN (Malaysia, Filipina, dan Singapura) telah mencapai angka 2.522 usaha waralaba. Di Indonesia, tercatat sekitar 698 waralaba dengan jumlah gerai sebanyak 24.400 yang terdiri

dari 63% waralaba dan Business Opportunity (BO) lokal serta 37% waralaba asing, dengan omzet mencapai nominal Rp 172 triliun.

Pada kegiatan WFSI, Pemerintah melalui Kemendag berpartisipasi menyediakan 150 stan gratis bagi pemberi waralaba dan calon pemberi waralaba terpilih yang mengikuti proses seleksi PWI, 200 kursi pada kegiatan konferensi internasional bagi pemangku kepentingan di bidang waralaba, dan 50 kursi pada acara gala dinner bagi tim juri dan para finalis yang telah mengikuti proses penilaian dan penjurian PWI.

Sun, 27 Nov 2016 @15:52


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+1+6

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved