Kongres Nasional Peternak Rakyat digelar karena kondisi peternak rakyat yang semakin termarginalkan dan perlu perhatian segera Pemerintah

image

Ketua Pengarah Kongres Peternak Rakyat, Ade M Zulkarnain (HIMPULI) dan Ketua Kongres, Teguh Boediyana (PPSKI) menerangkan, kongres nasional peternak rakyat digelar karena kondisi peternak rakyat yang semakin termarginalkan dan perlu segera mendapatkan perhatian Pemerintah.

Peternak rakyat meminta pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka. Pasalnya, saat ini ada sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada peternakan rakyat.

Hal inilah yang mendorong ribuan peternak akan menggelar kongres nasional peternak rakyat pada 28 November 2016. Kegiatan tersebut rencananya dihadiri 2.000 orang peternak rakyat dari 17 asosiasi peternakan rakyat baik sapi, unggas, maupun kambing.

Kondisi ini terjadi baik oleh sistem bisnis yang dikuasai oleh konglomerasi maupun akibat kebijakan pemerintah yang semakin tidak kondusif, ‘’ terang Teguh  dia ke media di Pulau Dua Restoran, Senayan (15/11/2016).

Sedangkan Setya Winarno, Sekretaris Steering Committee berkomentar, kegiatan ini sangat bagus untuk memulihkan peternak rakyat supaya tidak semakin habis. “Kami menuntut adanya regulasi yang melindungi peternak rakyat, ada segmentasi pasar ayam yang jelas, ditetapkannya harga minimum dan maksimum untuk ayam hidup, dan insentif permodalan bagi peternak dari pemerintah,” jelas Bendahara Umum GOPAN (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional) in

Tema Kongres : "Ciptakan kemandiriandan kedaulatan pangan mealalui peternak rakyat yang berdaya saing di era perdagangan bebas"

Peserta kongres selain dari Asosiasi/organisasi Peternak sebanya 17 komunitas tersebut,  diharapkan hadir juga peninjau yang terdiri dari berbagai organisasi terkait dengan dunia peternakan termasuk organisasi para Ilmuwan.

Ketua PPUI Aswin Pulungan menambahkan bahwa Peternakan Rakyat dimarjinalkan dengan UU No. 18/2009 pengganti UU No. 6/67, dimana perusahan besar diperbolehkan masuk ke budidaya. Sangat disayangkan kualitas anggota DPR tidak pro peternak rakyat.

PPUI beserta peternak rakyat lainnya telah mengadakan uji materi ke mahkamah konstitusi, hanya disayangkan hakim MK menolak uji materi tersebut.

Ungtuk itulah kongres ini digelar dengan tujuan :

1, menunjukkan kepada bangsa Indonesia dan Pemerintah akan eksistensi peternak rakyat sebagai bagian yang tak terpisahkan dari seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Untuk merumuskan aspirasi dan inspirasi para peternak  rakyat untuk menjadi agenda penting pemerintah terkait dengan masa depan dan berkelanjutan usaha peternak rakyat sebagai bagian penting dalam perekonomian nasional.

3. memeinta komitmen pemerintah dan para wakil rakyat untuk menempatkan secara lebih proporsional eksistensi peternak rakyat dalam pembangunan perekonomian dan agenda mewujudkan Nawacita.

4. Mendukung kebijakan pemerintah Pusat dan daerah dalam mengupayakan agar sebanyak mungkin untuk mengembangkan usaha peternakan rakyat dalam wadah koperasi pedesaan. Hal ini dirasakanbahwa ternak merupakan komponen penting dalam kegiatan ekonomi perdesaan dan koperasi merupakan kelembagaan ekonomi desa yang memerlukan pembinaan,

 

Berita Foto Fredi

Thu, 24 Nov 2016 @20:59


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+8+1

Copyright © 2018 swararesi.com · All Rights Reserved